Mencetak Generasi Cerdas dan Berkarakter, Gedung SDITQ Umul Quro Manokwari Diresmikan

oleh -166 Dilihat
Oplus_16908288

MANOKWARI, PapuaStar.com—Mencetak generasi cerdas dan berkarakter menjadi komitmen Sekolah Dasar Islam Tahfizd Quran (SDITQ) Umul Quro Manokwari. Komitmen ini diutarakan Kepala SDITQ Umul Quro Ustad Patra Sabang Prakoso, saat menyampaikan sambutannya pada acara peresmian gedung sekolah, Sabtu (10/10/2026).

“Penekanan di SDITQ Umul Quro adalah pembelajaran adab, pembelajaran ini full di awal waktu pembelajaran. Ilmu akan bisa diperoleh apa bila adab sudah terbersit di dalam hati. Ini sesuai dengan komitmen sekolah,” papar Patra.

Mata pelajaran bahasa inggris sudah mulai diterapkan di kelas 1 termasuk bahasa arab. Sekolah menargetkan setiap hari satu kosa kata dipelajari.

“Target hingga kelas 6 minimal tiga zuz sudah selesai. Kita juga merutinkan kegiatan tahfidz setiap hari hafal baru dan murojjah. Allhamdulillah kegiatan belajar sudah 2 tahun berjalan, angkatan pertama saat ini sudah tingkat kelas 2,” bebernya.

Guna mendukung kegiatan pembelajaran, Patra menyebutkan, pihak sekolah juga melengkapi fasilitas ruang belajar dengan AC, penggunaan multi media, hingga pemisahan kelas antara murid laki-laki dan perempuan.

“Sejak kelas 1, murid tidak bercampur baur antara laki-laki dan perempuan. Kita pisahkan kelasnya. Sekolah juga mendorong ke depannya ada laboratorium bahasa dan IT sudah bisa dimaksimalkan. Sehingga kolaborasi tidak saja sekolah jalan sendiri tetapi bisa dengan sekolah non formal di lingkup Yayasan Jamal Papua,” terangnya.

Diusia yang masih sangat muda, SDITQ Umul Quro sudah mengukir prestasi gemilang. Yaitu prestasi yang diperoleh, wewakili lomba ceramah tingkat nasional, dan beberapa juara di tingkat daerah pada pergelaran FASI (Festival Anak Saleh Indonesia)

Sejarah sekolah
SDITQ Umul Quro berada di bawah naungan Yayasan Jamal Papua.

Satu atap dengan TKIT Umul Quro. Yayasan ini didirikan oleh Jamal Wahid. Cikal bakal berdirinya lembaga pendidikan tersebut dimulai sejak pada tahun 2015. Ketua Yayasan Ustad Amir, mengatakan berdirinya Umul Quro diawali dengan lembaga pendidikan non formal.

“Sebelum ada lembaga SDIT, telah diawali dengan lembaga nonformal melalui perjuangan panjang . Pemberian nama Umul Quro punya sejarah sendiri sejak 2015. Perjalanan memerlukan kelompokan tim. Harus miliki jiwa militan. Agar program bisa jalan, bukan tinggal nama,” ucap Amir.

Kata Amir, sejumlah divisi telah dibentuk dan bergerak. Salah satunya Devisi tahsin Quran, saat ini sudah punya peserta 266 orang. TPA, 166 santri aktif.

“Tahfidzul Quran adalah devisi tertua dengan 115 peserta aktif hingga saat ini. Mendirikan lembaga ini, kami lakukan berdasarkan Al Quran,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Amir menyampaikan ucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir.

“Kehadirannya di sini adalah satu Kebanggaan dan motivasi. bahwa telah mendukung persoalan pendidikan di Manokwari khususnya pendidikan berbasis keislaman bagi generasi kita. Kami berharap dukungan seluruh pihak supaya bisa mencetak generasi berprestasi baik dari devisi formal maupun non formal,” tandas Amir.

Peresmian gedung SDITQ Umul Quro ditandai dengan pengguntingan pita secara bersama oleh Wakil Bupati Mugiyono, Kabid SD Dinas Pendidikan Manokwari, Valentina Hammar, serta Pendiri Yayasan Jamal Papua, Jamal Wahid, Ketua Yayasan Amir, dan Kepala Sekolah Patra Sabang Prakoso.

Wakil Bupati Mugiyono dalam sambutannya mengatakan, menyukseskan pendidikan harus melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, orang tua, dan pihak pengelola atau yayasan.

“Kebersamaan pemerintah daerah, orang tua, pengelola atau yayasan, masyarakat, tidak bisa dipisahkan untuk suksesnya sebuah lembaga pendidikan. Gedung megah yang ada saat ini adalah sarana penunjang. Biaya pendidikan yang bersumber dari orang tua, bukan satu-satu sumber pendukung. Pemda punya kokitmen untuk sukses pendidikan,” beber Mugiyono.

Pemda Manokwari telah menetapkan program pendidikan gratis. Kata Mugiyono, pendidikan gratis ini, untuk siswa-siswi yang baru masuk sekokah, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Dalam keterangannya, Wabup Mugiyono mengungkapkan sekolah swasta masih bisa memungut lagi jika bantuan pemda masih kurang. Kecuali, sekolah negeri. Tidak boleh memungut lagi.
Bantuan pendidikan gratis ini bisa diakses oleh sekolah swasta yang sudah terdaftar. Berlaku juga untuk tingkatan madrasah.

“Harus mendukung keberadaan lembaga ini, karena ini sarana yang mencerdaskan generasi kita melalui sekolah swasta. Kehadiran ini bukti andil dukungan semangat kepada SDITQ Umul Quro. Tanggung jawab moral bahwa kehadiran ini akan membawa kebaikan. Semua kita punya kewajiban dukung dan sukses pendidikan,” jelas Wabup Mugiyono.

Di akhir sambutannya, Wabup Mugiyono juga mengapresiasi dan menyampaikan rasa bangganya kepada pendiri Yayasan Jamal Papua. Menurutnya, rasa iri itu mesti pada hal seperti amal jariyah pendiri dan para pengurus yayasan. Ia juga berpesan, bahwa jiwa militan harus ada dan dimiliki oleh setiap tenaga pendidikan terlebih sekolah berbasis keagamaan.

“Harapannya lembaga ini bisa sampai jenjang SMP dan SMA. Ini hal luar biasa. Masih ada ruang bagi semua untuk mendapatkan pahala. Kolaborasi penting untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Pendidikan itu investasi jangka panjang untuk hasilkan generasi yang mumpuni,” jelas Wabup Mugiyono.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubag Umum Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Papua Barat, Eko Setiadi mengatakan, kerja sama semua pihak menjadi modal untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kehadiran BGTK adalah sebuah lembaga teknis yang mendukung pelaksanaan kegiatan yang mendukung peningkatan SDM, khususnya dalam menjaga kompetensi tenaga pendidik dalam mewujudkan ekosistem pendidikan di Manokwari, Papua Barat,” tutupnya.