Nobar “Sayap-sayap Patah”, Kapolda Silitonga : Ajak Wartawan, PJU Polda Papua Barat dan Bhayangkari

oleh -279 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengajak Wartawan, seluruh Pejabat Utama Polda Papua Barat dan Bhayangkari, nonton bersama Film “Sayap-sayap Patah” di XXI Manokwari City Mall, Selasa (30/08/2022)

Sayap Sayap Patah adalah sebuah film drama cerita seru Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatum ini diangkat dari kisah nyata peristiwa kerusuhan berdarah yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta pada 2018. Drama romance dan juga aksi yang cukup menegangkan, Film ini ditayangkan serentak di bioskop Indonesia XXI pada 18 Agustus 2022.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, kisah film ini mengingatkan kepada seluruh anggota Polri untuk tetap waspada tak boleh lengah dalam hal apapun menjalani tugasnya. 

“Rakyat Perlu tahu tugas dan tanggungjawab Polisi itu berat, apalagi bagian densus 88 yang berkutat di bagian teroris sangat beresiko tinggi. Mereka memiliki spesifikasi tugas yang berbahaya dan itu tidak boleh lengah seperti kejadian 2018 di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta, resiko Polisi adalah nyawa,” tuturnya kepada sejumlah wartawan usai Nonton bersama di XXI MCM, Selasa (30/08/2022).

Semua tugas anggota Polisi itu berat, resikonya adalah nyawa dan tidak boleh lengah dalam tugas hal apapun, jika lengah sedikitpun akan menjadi kecelakaan bagi anggota itu sendiri.

“Lebih lanjut dikatakan Kapolda Silitonga, Tugas polisi itu penuh dengan dilema, langkah ke kiri bisa berhadapan dengan kematian sedang langkah ke kanan adalah prestasi dan dari film Sayap-sayap Patah ini telah menunjukkan dan pemahaman hal ini kepada kita semua,” terang Kapolda Silitonga.

Tugas polisi itu berat, terutama terhadap keluarga besar Anggota Polri Istri dan Anak harus mengetahui tak semua pekerjaan Polisi itu bisa semua diceritakan kepada keluarga atau anak dan Istri. “Ada yang bisa diceritakan dan tidak bisa di ceritakan, untuk itu harus diperhatikan dan di pahami.

“Ia menambahkan, seperti yang terjadi konflik dalam Film Sayap-sayap patah, ada hal yang urgen, kesulitan yang dialami di lapangan dan rahasia tidak semua jadi konsumsi keluarga, di sisi lain ada konflik keluarga tetap harus diperjuangkan dan dipertahankan. Itulah kondisi yang biasa dialami anggota Polisi dan mereka juga adalah manusia segala permasalahan harus di hadapi,” tandas Daniel Tahi Monang Silitonga.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *