Legislator Papua, Yan Permenas Pimpin Pertemuan Indonesia-Kolombia Dorong Kerja Sama Program Pertukaran Mahasiswa

oleh -104 Dilihat
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Kolombia Yan Permenas Mandenas bertukar cinderamata dengan Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camillo Valencia Gonzales, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2021). foto:dok/istimewa.

JAKARTA,BERITA OKMIN-Legislator asal Papua yang juga Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI, Yan Permenas Mandenas memimpin pertemuan bilateral Parlemen Indonesia dan Kolombia untuk membahas program pertukaran mahasiswa. Yan Permenas menerima Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camillo Valencia Gonzales di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen,Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Dalam pertemuan tersebut dibahas upaya untuk mempererat kerja sama Indonesia dan Kolombia, utamanya dalam meningkatkan kerja sama parlemen dan people to people connectivity kedua negara. Salah satunya melalui program pertukaran mahasiswa.

“Meskipun secara geografis Indonesia dan Kolombia terbilang jauh, namun saya percaya hal ini bukanlah hambatan, namun sebuah peluang karena ada banyak hal yang dapat diupayakan, antara lain kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, serta bidang strategis lainnya yang menjadi perhatian bersama kedua negara,” kata Yan,demikian pria asal Papua itu disapa.

Dalam bidang pendidikan, ia menegaskan Indonesia-Kolombia perlu meneruskan program beasiswa dan pertukaran pelajar pascapandemi. Disampaikan, Indonesia setiap tahunnya menawarkan beasiswa bagi mahasiswa asing, termasuk dari Kolombia.

Sementara di sisi lain, Kolombia juga menawarkan beasiswa kepada pemandu wisata dan wartawan Indonesia untuk belajar bahasa Spanyol di Kolombia dalam rangka kerja sana FEALAC.

Legislator provinsi Papua ini menjelaskan bahwa, untuk merespon berbagai tantangan global yang terjadi saat ini, utamanya di tengah pandemi Covid-19, ia memandang penting bagi parlemen seluruh dunia untuk meningkatkan solidaritas, kerja sama, serta kolaborasi, dalam merespon berbagai konsekuensi yang timbul, baik di bidang kesehatan maupun bidang lain.

Yan juga mengapresiasi pembebasan bebas visa untuk meningkatkan interaksi people to people dan business to business.

“Menjadi penting dari pertemuan kali ini adalah mendorong implementasi dari rencana pembebasan visa, sehingga kerja sama Indonesia-Colombia akan semakin erat dan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa Kolombia tercatat sebagai negara pengekspor terbesar ke-55 di dunia, dimana pada tahun 2018 tercatat total ekspor Kolombia adalah 41,8 miliar dollar AS dengan komoditas utama minyak mentah, kopi, bumbu/rempah-rempah, besi dan baja, serta buah-buahan segar. Karenanya, Indonesia-Kolombia dapat saling berbagai informasi mengenai metode dan strategi terbaik untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Kami memandang Kolombia sebagai partner yang tepat dalam meningkatkan hubungan perdagangan antara kedua negara,” kata politisi partai gerindra itu.

Anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik RI, pada tahun 2018 total perdagangan kedua negara mencapai 159,10 juta dollar AS dengan perincian ekspor Indonesia ke Kolombia sebesar 18,02 juta dollar AS dengan komoditas yang cukup diminati seperti produk tekstil, alas kaki, stainless steel, bahan kimia, produk karet dan turunannya, produk mebel, kerajinan dan dekorasi rumah, produk kelapa sawit, produk kertas, buah dan sayuran, dan lain-lain.

Selain itu, Yan juga menjelaskan bahwa, sebanyak 10 nota kesepahaman (MoU) dalam berbagai bidang telah diproses dan ditandangani oleh kedua negara.

“Harapannya, realisasi implementasi MoU tersebut bisa segera terlaksana guna memperkuat hubungan Indonesia-Kolombia yang telah terjalin selama 40 tahun belakangan ini,” kata Yan.

Untuk diketahui, bahwa hubungan Indonesia dengan Kolombia merujuk kepada hubungan diplomasi antara Republik Indonesia dengan Republik Kolombia. Keduanya Negara ini merupakan negara yang bergabung pada Gerakan Non-Blok, Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik, Cairns Group, dan CIVETS Bloc. ** DL.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *