MANOKWARI, PapuaStar.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Manokwari secara resmi mengusulkan penutupan Operasi SAR terhadap satu orang korban tenggelam di Pantai Warbefor, Kampung Inya, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, setelah upaya pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 05 Januari 2026 sekitar pukul 14.05 WIT. Informasi awal diterima Kansar Manokwari dari pelapor atas nama Trisep Kambuaya pada pukul 14.22 WIT. Korban diketahui bernama Roby Mandacan (17 tahun), berjenis kelamin laki-laki.
Sejak laporan diterima, Kansar Manokwari bersama unsur SAR gabungan langsung melaksanakan Operasi SAR dengan mengerahkan personel, peralatan, serta alut SAR ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Kansar Manokwari, dengan estimasi waktu tempuh 1 jam 30 menit.
Pada hari ketujuh pencarian (H.7), Minggu, 11 Januari 2026, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan pengecekan kesiapan personel serta alut pada pukul 06.00 WIT, kemudian melanjutkan pencarian pada pukul 06.30 WIT sesuai rencana operasi SAR.
Pencarian dilakukan secara terpadu melalui:
• Pencarian laut oleh SRU 1 dan SRU 2 menggunakan perahu karet dengan metode pengamatan visual di atas permukaan air pada area seluas ± 3,4 nautical mile.
• Penyisiran darat oleh SRU 3 di sepanjang pesisir Pantai Warbefor sejauh ± 2,5 kilometer.
• Pemantauan udara menggunakan drone thermal di sekitar lokasi kejadian.
Hingga pukul 15.30 WIT, pencarian hari ketujuh belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Selanjutnya, pada pukul 16.00 WIT, Tim SAR Gabungan melaksanakan evaluasi bersama pihak keluarga korban. Berdasarkan hasil evaluasi teknis, kondisi cuaca, serta batas waktu pelaksanaan operasi yakni 7 hari, disepakati bahwa Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup dengan hasil korban atas nama Roby Mandacan dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari Yefri Sabaruddin, S.P.,M.A.P. menyampaikan bahwa seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai dengan prosedur dan standar operasi SAR.
“Selama tujuh hari pelaksanaan Operasi SAR, Tim SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian secara maksimal, baik melalui penyisiran laut, darat, maupun pemantauan udara dengan dukungan peralatan yang ada. Namun hingga operasi diusulkan ditutup, korban belum berhasil ditemukan. Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa ini dan terima kasih juga kepada seluruh potensi SAR, masyarakat, serta keluarga korban atas kerja sama dan dukungannya selama pelaksanaan operasi, bila mana jika tanda-tanda korban di temukan makan operasi ini akan kami buka kembali, lebih tepatnya operasi ini kami tutup sementara.” ujar Yefri
Operasi SAR ini melibatkan personel Kansar Manokwari, Polair Polresta Manokwari, Koramil setempat, serta masyarakat dan keluarga korban, dengan dukungan berbagai alut dan palsar, di antaranya perahu karet, kendaraan operasional, drone thermal, peralatan water rescue, serta peralatan komunikasi.
Selama pelaksanaan operasi, kondisi cuaca di lokasi kejadian umumnya berawan, dengan kecepatan angin sekitar 8 knot dari arah barat, tinggi gelombang mencapai 1,2 meter, serta adanya peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG.
Pada pukul 17.30 WIT, seluruh personel Kansar Manokwari tiba kembali di kantor dan Operasi SAR secara administratif diusulkan untuk ditutup.
Kansar Manokwari mengimbau masyarakat agar senantiasa mengutamakan keselamatan serta memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas di wilayah perairan. (Hms/405)
Post Views: 1,479