Pemerintah Akselerasi Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

oleh -38 Dilihat

JAKARTA, PapuaStar.com- Pemerintah terus mempercepat pembangunan dan pengoperasian Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya strategis memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pemerataan kesejahteraan nasional. Program ini dirancang menjadi tulang punggung baru perekonomian desa dengan menghadirkan ekosistem usaha yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 27 ribu Kopdes Merah Putih siap beroperasi pada April 2026. Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 27.191 koperasi desa dan kelurahan tengah dibangun secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Ferry menjelaskan, pembangunan fisik koperasi beserta gudang dan perlengkapan pendukung ditargetkan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026. Pemerintah ingin memastikan koperasi dapat langsung beroperasi begitu infrastruktur selesai dibangun, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry.

Selain pembangunan fisik, kesiapan sumber daya manusia dan sistem pendukung juga menjadi perhatian utama. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pengawas, pengurus, serta sistem informasi manajemen koperasi agar operasional Kopdes/Kel Merah Putih berjalan profesional, transparan, dan akuntabel sejak hari pertama beroperasi.

Program Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, sekaligus mewujudkan pemerataan ekonomi nasional. Dari sisi pendanaan, pemerintah mengombinasikan berbagai sumber, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu BUMN yang terlibat aktif adalah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), yang ditugaskan membangun gerai, gudang, dan sarana logistik koperasi.

Setiap unit koperasi akan mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi capital expenditure (capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta dialokasikan untuk biaya operasional (opex). Infrastruktur koperasi dirancang lengkap dengan tujuh gerai wajib, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin atau cold storage, serta sarana logistik.

Dari daerah, dukungan terhadap program ini juga terus menguat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koher, menilai kehadiran Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi penggerak utama ekonomi desa jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Pembangunan Koperasi Desa Koperasi Desa Merah Putih ini sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Saya berharap koperasi ini nantinya dapat menjadi wadah usaha produktif masyarakat serta mendorong tumbuhnya UMKM di Kampung Tanjung Harapan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat kampung, dan masyarakat dalam mendukung operasional koperasi. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal di sektor pertanian, perdagangan, dan jasa harus menjadi fokus utama agar koperasi berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan warga.

Dengan percepatan pembangunan dan dukungan lintas sektor, Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi fondasi kuat ekonomi rakyat yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh pelosok Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *