Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw Beberkan Usulan DOB 2 Provinsi dan Belasan Kabupaten/Kota

oleh -159 Dilihat

KOTA SORONG, PapuaStar.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw,M.Si dihadapan Ketua Komisi II DPR RI, melaporkan perkembangan usulan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB), baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Gerak cepat Pj. Gubernur Waterpauw mendapat apresiasi saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya.

Dijelaskan Penjabat Gubernur Papua Barat, dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah pusat telah dilakukan deklarasi pada tanggal 14 Juni 2022 lalu. Agenda tersebut turut melibatkan DPR, MRP Papua Barat, Tokoh Adat, Perempuan dan Pemuda bertempat di Gedung PKK Arfai, Kabupaten Manokwari.

Ditambahkan Penjabat Gubernur Waterpauw momen istimewa tersebut sebagai bagian mendukung implementasi Undang-undang nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Papua Barat, terlebih demi kesejahteraan Orang Asli Papua.

“Dapat saya laporkan juga, pertama, komitmen dukungan implementasi kebijakan Otsus sesuai UU nomor 2 tahun 2021 untuk percepatan pembangunan kesejahteraan orang asli Papua dalam bingkai NKRI. Kedua, implementasi UU sektoral harus sesuai dengan UU Otsus bagi Papua Barat. Ketiga, mendesak pemerintah dalam hal ini presiden dan DPR RI merealisasikan daerah otonom baru,” beber Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw, Kamis (25/8/2022).

Caption Foto : Istimewa

“Jadi Bapak Ibu dan Ketua kami laporkan dengan semangat mendukung, pemerintah dan pemekaran Daerah Otonom Baru salah satunya Papua Barat Daya,” sambung Waterpauw.

Tidak hanya itu, Pj. Gubernur Waterpauw juga menyampaikan rencana pembentukan Provinsi Domberay dan Kabupaten/Kota pemekaran baru di sejumlah daerah Se-Papua Barat.

“Juga ada provinsi Bomberay. dan beberapa kotamadya diusulkan. Kotamadya Manokwari, Kotamadya Fak-Fak, Kabupaten Manokwari barat, Maybrat Sau, Immeko, Moskona, Kuri Wamesa, Kokas, Teluk Arguni, Teluk Etna, Yamor, Aitinyo, Raja Ampat Selatan dan Kabupaten Raja Ampat Utara. Itu usulan kami dan sebagai anak manis selalu dengar orang tua dan mendukung, tidak pernah menolak,” Paparnya.

Selain itu, Ketua Tim Pemekaran Papua Barat Daya, Drs. E.C Lambertus Jitmau,MM juga mengungkapkan kesiapan pihaknya dalam menyambut daerah Otonom Baru di Wilayah Sorong Raya. Dirinya mengakui kehadiran Ketua Komisi II DPR RI telah menjadi kerinduan masyarakat Sorong Raya sejak lama.

“Masyarakat yang ada di Sorong Raya berasal dari seluruh Nusantara. Sorong Raya, kami siap menghadirkan provinsi, SDM, Sumberdaya alam dan manusia siap. Kami tetap berjuang,” Tandas Lambertus Jitmau.(rls/PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *