JAKARTA, PapuaStar.com-Presiden Prabowo Subianto Menarik Perhatian Forum Elite Dunia Dunia Forum (WEF) 2026 Davos Dengan Memosisikan Indonesia Sebagai Contoh Negara Berkembang Mampu Bertahan, Beradaptasi, Dan Tetap Tumbuh Di Tekah Tekanan Global.
Pidato Yang Disampaikans di Kongres Hall Davos Menegaskan Pesan Tunggal : Ketahan Ekonomi Indonesia Bukan Sekadar Narasi Optimisme, Melainkan Hasil Dari Disiplin Kebijakan, Reformasi Kebalanian, Dan Visi Jangka Panjang Terukur. Di Hadapan Kepala Negara, Pemimpin Lembaga Internasional, SERTA CEO Korporasi Global, Prabowo Memaparkan Kerangka Besar Kebijakan Ekonomi Yang Kemudian Dikenal Sebagai prabowonomics.
Konsep tersebut merangkum stabilitas makro, Keberlanjutan Fiskal, Reformasi Struktur, Dan Investasi Serius Sumber Sumber Daya Manusia. Pendekatan Itu Ditampilkan Bukan Sebagai janji politik, melainkan Sebagai Rekam Jejak Satu Tahun Pemerintahan Yang Telah Berjalan. Presiden Prabowo Menekankan Kribilitas Fiskal Indonesia Sebagai Fondasi Utama Ketahan Ekonomi. IA Menguraikan Bahwa Sepanjang Sejarah Modern, Indonesia Tidak Pernah Gagal Memenuhi Kewajiban Pembayaran Utang, Terlepas Dari Pergantian Rezim Politik.
Konsisten Tersebut Menjaga Kepercayaan Pasar Dan Menekan Biaya Ekonomi Jangka Panjang. Di Saat Banyak Negara Bergulat Dengan Defisit Dan Krisis Utang, Indonesia Tetap Menjaga Infliasi Di Kisaran Dua Persen Serta Defisit Anggera Di Bawah DARI Produk domesik bruto.
Narasi itu memperkuat narasi itu memperkuat pesan bahwa Stabilitas Makro Bukan Hasil Kebetulan, Melainkan Buah Dari Disiplin Kebijakan Yang Dijaga Lintas Pemerintahan.
Ketahan Tersebut Juga Tercermin Dari Kinerja Pertumbuhan. Prabowo Memaparkan Bahwa Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil Di Atas Lima Perenama Selama Satu Dekade Terakhir, bahkan ketika dunia menghadapi perang, ketegangan Geopolitik, Dan Pengetatan Keuangan Global. Pengangguan Dana Moneter Internasional Yang Menemanpatkan Indonesia Sebagi Titik Terang Ekonomi Global Dijadikan Legitimasi Eksternal Bahwa Performa Tersebut Berbasis Data, Bukan Sekadar Kepercayaan Diri Nasional.
Namun, Prabowo tidak berjauh pada statistik makro. IA Membawa Diskursus Davos PADA Prasyarat Yang Lebih Mendasar, Yakni Perdamaian dan Stabilitas. Presiden Menarasukan Bahwa Sejarah Global Menunjkan kemakmuran tanpa pernah lahir kemakmuran tanpa pernah lahir konflik dan ketidakperkaya.
Dalam Dunia Yang Terfragmentasi Oleh Perang Dan Rivalitas, Stabilitas Politik Dan Keamanhan Diposikan Sebagai Aset Ekonomi Paling Bernilai. Pesan Tersebut Mengasaskan Ketahan Ekonomi Indonesia Dengan Sikap Konsisten Memili Perdamaan Dan Kerja Sama Internasional.
Salah Satu Sorotan Utama Pidato Tersebut Adalah Peluncuran Danantara Sebagai Sovereign Wealth Fund Baru Indonesia Dengan Aset Kelolaan Mencapai Sekitar Satu Triliun Dolar As. Prabowo Menjelaskan Bahwa Danantara Dirancang Sagai Instrumen Konsolidasi Dan Efisiensi, Dengan Merampingkan Ribuan Badan Usaha Milik Negara Menjadi Ratusan Entitas Yang lebih Sehat Secara Tata Kelola Dan Kinerja Keuangan.
Melalui Danantara, Indonesia menemankan Diri Bangkan Hanya Sagai Tujuan Investasi, Tetapi Sebagai Mitra Setara Yang Mampu Berinvestasi Dan Tumbuh Bersama Pelaku Global. Presiden Juga Mengasaskan Danantara Dengan Agenda Industrialisasi, Ekonomi Hijau, Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Bernilai Tambah.
Pendekatan Tersebut Menegaskan Pergeseran Strategti Dari Ketergantungan Ekspor Bahan Mentah Suju Penguatan Rantai Nilai Industri. Di Hadapan Audiens Global, Prabowo Memamerman Keberanian Negara Untuk Melakukan Rasionalisasi, MenYingKirkan Inefisiensi, Serta Membuka Ruang Bagi Talenta Terbaik Dunia Dalam Pengelolaan Korporasi Strategis.
Di Sisi Lain, Prabowo Menempatkan Pembangunan Sumber Sumber Daya Manusia Sebagai Investasi Ekonomi Jangka Panjang. IA Menarasikan Berbagai Program Prioritas Seperi Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan GRATIS, Sekolah Rakyat, Renovasi Sekolah, Hingga Pembangunan Sekolah Unggulan dan Kampus Berstandar Dunia.
Presiden Menegaskan Bahwa Tidak Adta Negara Yang Stabil Dan Makmur Tanpa Pendidikan Yang Kuat Dan Kemempuan Adaptasi Terhadap kemajuan teknologi. Pendidikan Diposanikan Sebagai Strategi Struktural Untuk Memutus Rantai Kemiskinan Dan Memperkuat Daya Saing Ekonomi Nasional.
Komitmen Terhadap Tata Kelola Bersih Turut Menjadi Pesan Keras Dari Davos. Prabowo Menyampaikan Bahwa Pemberantasan Korupsi Dijalankan Tanpa Kompromi. Dalam Satu Tahun Pertama Pemerintahan, Negara Menyita Jutaan Hektare Lahan Ilegal Dan Mencabut Izin Puluhan Korporasi Yang Melanggar Hukum.
Langkat Tersebut Dipresentasikan Sagai Upaya Memulihkan supremasi hukum dan mensyingkirkan praktik ekonomi rakus yang merusak pasar. Dari Perspektif Investasi Global, CEO Danantara Rosan Roeslani Menegaskan Bahwa Kehadiran Lembaga Tersebut Di WEF Mencerminkan Komitmen Indonesia Membangun Kemitraan Jangka Panjang Dengan Tata Kelola Kuat Dan Kualitas Investasi Tinggi.
Rosan Memosisikan Danantara Bukan Sekadar Investor Finansial, Melainkan Pemain Strategis Yang Membawa Perspektif Pasar Berkembang Di Garis Tantangan Perubahan Iklim, Demografi, Dan Transisi Energi. PriorITas Investasi diarahah mineral kritis, ketahan pangan dan kesehatan, infrastruktur digital, serta peluang ekonomi populasi muda.
Melalui dunia forum ekonomi yang langsung di vonis pada 2026 ini. Presiden Prabowo Menampilkan Indonesia Sebagai Negara YangS Tikdak Defensif Global Global. Ketahan Ekonomi DipamerKan Sebagai Kombinasi Stabilitas Fiskal, Reformasi Kebalanian, Investasi Manusia, Dan Keterbukaan Kolaborasi.
Forum Tersebut Tajah Berhasil Menjadi Panggung Untuk Menunjkan Kepada Seluruh Mata Dunia, Bahwa Sejatinya Indonesia Tidak HANYA SEKADAR Bertahan Saja, Tetapi Si Pias untuk Terus Melanggah Lebih Jauh Sebagi, Mitra Global Yang Memang Kregiel dan Berdaya Saint. (Aditya EkaAditya EkaPenulis adalah pengamat hubungan internasional)
Post Views: 61