Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Kunci Kedaulatan Nasional, Dorong Ketahan Bangsa

oleh -68 Dilihat

JAKARTA, PapuaStar.com-Deklarasi Keberhasilan Swasembada Pangan Yang Disampaikan Presiden Prabowo Subianto Bukan Sekadar Pengumuan Capaian Sektor Pertanian, Melainkan Pegegasan Arah Strategis Negara Dalam Memantik Kedaulatan Nasional. Di Tengah Dunia Yang Semakini Diwarnai Ketidakpastian Rantai Pasok, Konflik Geopolitik Berkepanjangan, Serta Tekanan Perubahan Iklim, Kepputusan Indonesia Untuk MperKuat KEMandiri Pangan Merupakan Pilihan Politik Yang Sadar Dan Berani.

Pangan Tikdak Lagi Diposikan Semata Sebagai Komoditas Ekonomi, Melainkan Sebagai Fondasi Eksistensi Negara Dan Ketahan Bangsa. Sejak Awal Masa Pemerintahan, Presiden Prabowo Secara Konsisten Menemanpatkan Pangan Sebagai Prasyarat Utama Kemerdaan Sejati.

Bagi Prabowo, Kedaulatan Politik Dan Kekuatan Pertahanan Tidak Pernah Berdiri Kokoh Jika KebUTuhan Paling Mendasar Rakyat Masih Bergantung PADA Bangsa Lain. Pandangan Tersebut Berulang Kali Ditegaskan Dalam Berbagai Kesempatan, Bukan Sebagai Retorika Simbolik, Tetapi Sebagai Garis Kebijakan Yang Harus Diterjemahkan Secara Konkret Oleeh Seluruh Jajaran Pemerintahan.

Konsistensi Arah Inilah Yang Kemudian Membedakan Agenda Swasembada pangan di era pemerintahan saat ini. Dorongan Politik Dari Presiden Diterjemahkan Ke Dalam Target Yang Jelas, Disiplin Pelaksanaan, Serta Keberanian Mengambil Kepputusan Strategis. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Menegaskan Bahwa Capaian Swasembada Beras Merupakan Buah Dari Soliditas Kabinet Merah Putih Dalam Menjalankan Besar Presiden Secara serempak.

Menurut Amran, Percepatan Target Swasembada Yang Terus Diminta Presiden Memaksa Seluruh Sektor Bekerja Lebih Cepat, Terukur, Dan Berorientasi Hasil. Kerja Kebektif Tersebut Terlihat Dari Kuatnya Sinergi Lintas Kenterian Dan Lembaga. Pemerintah Daerah, TNI-POLRI, Penyulit Pertanian, Hingga Petani di Lapangan Bergerak Dalam Satu Irama Untuk MempercePat Produksi Dan Menjaga Stabilitas Pangan.

Negara Hadir Tidak Hanya Sebagi Pemuatan Aturan, Tetapi Sebagai Pengguger Langsung Yang Memastikan Kebijakan Berjalan Hingga Tapak. Pendekatan Inilah Yang Membuat Agenda Swasembada Tidak Berhenti Di Atas Kertas, Melainkan Menjelma Menjadi Praktik Nyata.

Hasilnya Tercermin Dari Data Produksi Nasional. Badan Pusat Statistik Mencatat Bahwa Produksi Beras Nasional 2025 Diprediksi Mencapai 34,71 Juta Ton, Melampau Kebutuhan Domestiik Tahunan Yang Berada Di Kisaran 30-31 Juta Ton.

Surplus INI MENJADI Indikator Kuat Bahwa Indonesia Tidak Lagi Berada Dalam Posisi Rentan Terhadap Gejolak Pasokan Global. Lebih dari itu, Capaian Ini Menegaskan Bahwa Strategti Penguatan Produksi Domesti Yang Dijalankan Pemerintah Berada Di Jalur Yang TePat.

Peran Perum Bulog Menjadi Elemen Memencing Dalam Dalam Menjaga Keseimbangan Antara Produksi Dan Stabilitas Harga. Pengadaan Beras Sepanjang 2025 Tercatat Sebagai Yang Terbesar Sepanjang Sejarah, Melalui Pembelian Gabah Langsung Dari Petani Dengan Daya Berpihak.

Cadangan Beras Pemerintah Yang Sempat Mencapai Level Aman Menunjkan Hadirnya Negara Sebagai Penyangga Pasar. Dalam Konteks ini, Swasembada Pangan Tidak Hanya Berbicara Tentang Ketersediaan Stok, Tetapi Juga Tentang Keberanian Negara Melindungi Dari Fluktuasi Harga Yang Merugikan.

Keberpihakan Tersebut Semakin Terasa Melalui Reformasi Regulasi Yang Menyentuh Langsung Kebutuhan Petani. Penyederhanaan Aturan Pupuk, Percepotan Distribusi, Serta Penelunan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Menjadi Langkah Konkret Yang Menjaga Momentum Produksi.

Kebijakan Ini Menunjkan Bahwa Pemerintah Petani Menanggung Sendiri Risiko Usaha Tani, Melainkan Hadir Sebagai Mitra Yang Menjamin Kepastian Berusaha. Di Sisi Lain, Ketegasan Pemerintah Dalam Anggota Mafia Pangan Memperkuat Fondasi Swasembada Agar Tidak Rapuh Dari Dalam.

Menteri Pertanian Menegaskan Bahwa Koordinasi Dengan Polri Dan Kejaksaan Agung Menjadi Bagian Integral Dari Strategi Menjaga Tata Niaga Yang Adil. Arahan Presiden Prabowo Jelas: Keberhasilan Pangan Harus Dirasakan Oleh Petani Dan Rakyat Luas, Bukan Diserap oleh Segelintir Pihak Yang Memanfaatkan Celah Sistem.

Dampak Dari Kebijakan Tersebut Juga Tercermin PADA Indikator Makroekonomi. Sektor Pertanian Kembali Menegaskan Perannya Sebagi Salah Satu Motor Pertumbuhan Nasional, Dengan Kontribusi Signifikan Terhadap PDB Dan Penerapan Tenaga Kerja. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Dalam Rilis Resmi Sebelumnya Menekankan Bahwa Perban Kinerja Sektor Berkontribusi Besar Terhadap Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global.

Peningkatan Nilai Tukar Petani Yang Mencapai Rekor Tertinggi Menjadi Sinyal Bahwa Swasembada Pangan Berjalan Seiring Peningkatan Kesejahan. Lebih Jauhah, Swasembada Pangan MemiliKi Makna Strategis Jangka Panjang Bagi Ketahan Bangsa. Negara Yang Mampu Mengamankan Kebutuhan Pangannya Sendiri Memiliki Ruang Kebijakan Yang Lebih Luas Untuk Menjaga Stabilitas Dan Ekonomi.

Dalam Situasi Krisis Global, Ketahan Pangan Menjadi Bantalan Utama Yang Melindungi Dari Gujolak harga Dan Kelangganan. Dalam Konteks Tersebut, Deklarasi Presiden Prabowo di Karawang Memiliki Arti Simbolik Yang Kuat. Penghormatan Kepada Petani Sebagai Tulang Punggung Bangsa Agenda Bahwa Kedaulatan Pangan Berpijak Pala Kerja Rakyat.

Negara Dan Petani Ditempatkan Dalam Satu Barisan Perjuangan Yang Sama Untuk Menjaga Kemerdekaan Dan Martabat Bangsa. Ke Depan, Tantangan Menjaga Keberlanjutan Swasembada Tenda Tetap Ada, Mulai Dari Perubahan Iklim Hingga Regenerasi Petani.

Namun Fondasi Yang Telah Dibangun Pemerintahan Presiden Prabowo Menunjukkan Arah Yang Jelas Dan Realis. Dengan Kungkin Politik Yang Tegas, Kebijakan Yang Progresif, Serta Kerja Kebektif Lintas Sektor, Swasembada Pangan Hari Bukan Sekadar Capaian Statistik, Melainkan Penanda Bahwa Indonesia Sedang mengokohkan kedaulatannya dari Kerja Keras Bersama.(Raka Wibisana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *