Promosikan Wisata Religi Mansinam, Fasharkan Manokwari Dirikan Resto Apung Akwei

oleh -305 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Manokwari kini punya lokasi wisata kuliner baru yang didirikan Fasharkan TNI-AL Manokwari yang diresmikan langsung Kafasharkan TNI-AL Manokwari Kolonel Laut (T) Rahmadi Subagya “Resto Apung Akwei” diwilayah maritim, sekaligus mempromosikan wisata religi Pulau Mansinam dan Pulau Lemon, yang bekerjasama dengan mama chicken.

Kafasharkan TNI-AL Manokwari Kolonel Laut (T) Rahmadi Subagya mengatakan, Resto Apung Akwei adalah program Fasharkan TNI-AL Manokwari untuk memberdayakan dan pembinaan maritim diwilayah Manokwari. Ini sesuai perintah dari Panglima Armada, karena potensi wilayah maritim yang ada di Manokwari luar biasa.

“Dikatakan, ide dasar membuat kapal Apung ini, Fasharkan TNI-AL dapat melihat potensi yang ada di Manokwari ini, maka dikembangkan Resto Apung Akwei yang sekaligus mempromosikan wisata religi di Manokwari sebagai kota Injil,” tuturnya kepada PapuaStar.com di Sela-sela makan siang di Kapal Resto Apung Akwei, Senin (14/02/2022).

Lebih lanjut Rahmadi Subagya menjelaskan, kita siapkan resto ini untuk membawa wisatawan dari luar Manokwari maupun warga sendiri, dengan tujuan mengenalkan dan mempopulerkan serta meningkatkan wisatawan religi yang datang ke Pulau Mansinam dan Pulau Lemon sehingga dapat membantu  perekonomian masyarakat semakin meningkat dan dinamis.

“Terutama rakyat setempat yang berjualan ciri khas Papua perekonomian masyarakat pasti akan semakin meningkat dan dinamis,” ucap Kafasharkan TNI-AL Manokwari.

Tentu saja dengan promosi dan dikenal pasti orang akan melihat bahari di Manokwari, terutama wisata religinya potensi maritim yang ada sangat potensial.

“Karena tujuannya memperkenalkan wisata religi yang ada di Pulau Mansinam dan Pulau Lemon, maka rute putaran Resto Apung ini disitu juga, sekaligus menikmati keindahan Pulau dan makanan yang di sajikan Resto Apung Akwei,” kata Kafasharkan.

Sehingga wisatawan yang ingin menjelajahi wisata rohani akan dilayani juga terutama mereka ingin melihat langsung Patung Tuhan Yesus yang berada dibukit yang paling tinggi di Pulau Mansinam dan Pulau Lemon ciri khas dengan pasir putih yang bersih ini daya tarik yang berbeda dan pemandangan yang indah.

“Kafasharkan berharap, semoga Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Papua Barat akan melihat dan memberdayakan wilayah Maritim, karena potensi yang ada sungguh luar biasa di Manokwari, Pastinya TNI-Angkatan Laut akan mendukung pemberdayaan diwilayahnya,” ucapnya.

Jadi tak hanya itu saja, kata Rahmadani Subagya, Resto Apung Akwei juga mengantarkan para wisatawan ke pulau Mansinam dan Pulau Lemon, sudah sekaligus paket perjalanan dan makanan. 

“Sekali jalan 14 orang, minimal 10 orang dan harganya Rp.300ribu/orang bebas memilih menu makanan dan minuman yang ada di Resto Apung Akwei ini. Dan kapal Apung ini dapat digunakan selama 2 jam, berkeliling di Pulau Mansinam dan Pulau Mansinam,” jelas Kafasharkan TNI-AL Manokwari Kolonel Laut (T) Rahmadi Subagya.

 

Paket Resto Apung Akwei menyediakan makanan, minuman dan cemilan :

Nasi putih, Varian olahan sup : pilihan pertama ada : Sup ayam sayur, Sup asparagus ayam/kepiting, Capcay kuah, Celup-celup (tomyum) dan paket papeda kuah kuning/bening.

Ada Varian olahan ayam : ayam saos mentega, ayam cah jamur, ayam cabe garam, ayam rica-rica manado, ayam lombok ijo ayam bumbu rempah rempah

Varian olahan seafood : ikan asam manis, ikan bakar rica, ikan woku bungkus, udang tepung mayonaise, udang asam manis, cumi cabe garam, cumi goreng tepung mayonaise.

Varian sayuran ada : capcay goreng, kangkung bupe, sapo tahu, cah taoge ikan asin, cah buncis oriental

Varian mie : mie goreng spesial, bihun goreng spesial dan kwetiau goreng spesial.

Snack disediakan : aneka jajanan pasar, aneka kue modern, aneka dimsum, aneka rebus-rebusan dan aneka puding

Air mineral, mix fruit platter, es kelamud + es jeruk manis (siang) dan kopi + teh “jahe” (sore).(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *