Sebaran Covid-19 Semakin Mengancam, Rico Sia : Vaksin Harus di Gencarkan

oleh -100 Dilihat

JAKARTA, PapuaStar.com – Lebih dari satu tahun Covid-19 menghantui dunia, tak sedikit korban meninggal terus berjatuhan. Bahkan, kini Covid-19 telah bermutasi dengan munculnya varian baru. Agaknya, vaksin anak bangsa harus terus digaungkan untuk ikut ambil bagian dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 yang terus menggila.

Saat Komisi VII (7) DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Direktur LBM Eijkman dan Dr. dr. Terawan Agus Putranto,Sp.Rad, Anggota DPR RI, Rico Sia mempertanyakan mengapa riset pengembangan vaksin merah putih terus mundur?.

“Jika Amerika, China, Inggris dan negara lainnya sudah bisa melakukan vaksinasi ke sebagian besar penduduknya untuk mengejar herd immunity, itu karena mereka bertekad untuk mandiri, tidak bergantung dengan negara lain dan bahkan setelah itu bisa menjual vaksin karyanya kepada negara lain untuk membantu pemulihan ekonomi negara mereka sambil membantu dunia,” ungkap Rico di Ruang Rapat Komisi VII, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021) lalu.

Legislator NasDem asal Dapil Papua Barat itu menegaskan, langkah-langkah positif negara negara tersebut seharusnya menjadi contoh bagi pemerintah maupun pengusaha Indonesia. Menurutnya, adalah tindakan yang sangat benar apabila sambil menunggu produk anak bangsa jadi, terpaksa harus import seperti keputusan yang sudah diambil oleh pemerintah Indonesia.

“Namun jangan lupa untuk tetap memacu produk anak bangsa untuk segera tercipta dan para pengusaha yang suka import kemudian merubah mindset-nya untuk menjadi pemain ekspor produk anak bangsa, itu baru disebut hebat,” tegas Rico.

Legislator VII DPR itu pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Indonesia menjadi bangsa produsen. “Mari kita gas, jadikan Indonesia sebagai negara produsen, bukan lagi negara konsumen. Bukannya saya anti asing, tapi kalau produk medis kita 100 persen dari luar, kapan kita jadi negara produsen? Kapan Indonesia bisa berdikari?.

Salah satu kesimpulan dalam RDP tersebut, menyatakan bahwa Komisi VII (semua fraksi) bersepakat untuk mendesak agar Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara karya anak bangsa dapat segera diuji klinis ke tahap tiga. “Karena riset atau penelitian tidak boleh dihalangi siapapun, justru sebaliknya, harus didukung demi rakyat dan bangsa Indonesia yang mandiri,” tandas Rico.(rls/PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *