Sekda Papua Barat dan Bupati Manokwari Membuka Uji Publik Amandemen Tata Gereja GKI Wilayah VI

oleh -174 Dilihat

MANOKWARI,PapuaStar.com – Sekda Provinsi Papua Barat Nataniel Mandacan secara resmi membuka Kegiatan Uji Publik Amademen Tata Gereja GKI ditanah Papua wilayah VI, di Gereja Maranatha Kota Manokwari, Kamis (27/05/2021)

Dalam kegiatan uji publik dihadiri oleh, Bupati Manokwari Hermus Indou, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Ketua Klasis Manokwari, Anggota BP-AM sinode Wilayah VI serta ketua dan panitia pelaksana kegiatan uji publik amandemen tata Gereja GKI Di Tanah Papua Wilayah VI.

Sekda Provinsi Papua Barat, Nataniel Mandacan menuturkan, atas nama pemerintah Provinsi Papua Barat, sangat mengapresiasi kegiatan uji publik amandemen ini, khususnya panitia pelaksana dan kelompok yang akan dibentuk untuk membahas materi-materi serta kesepakatan bersama yang akan dibawa dalam sidang sinode di Kabupaten waropen untuk pelayanan dan kepada Jemaat terutama gereja -gereja Kristen injili yang berada di wilayah VI BP-AM.

Dikatakan, tujuan uji publik ini kiranya dapat didiskusikan dan dibahas secara baik melalui sejumlah materi yang akan dipaparkan oleh narasumber,” tuturnya dalam sambutan secara resmi membuka Kegiatan Uji Publik Amademen Tata Gereja GKI ditanah Papua wilayah VI, Kamis (27/05/2021)

Serta taat aturan yang berlaku sesuai dengan yang di disiapkan oleh tim amandemen rancangan tata gereja Kristen injili di tanah Papua wilayah VI bersama anggota BP-AM Sinode.

Pembahasan harus disesuaikan dengan situasi perkembangan gereja saat ini. Harus disadari bahwa menjalani tugas dan pelayanan di tengah dunia yang terus berubah sesuai dinamikanya yang tidak menentu, tentu bukanlah suatu hal yang mudah,” ucapnya.

Namun, kita percaya akan kuasa Allah yang terus menyertai dan memampukan kita untuk terus berkarya menghadirkan tanda-tanda kasihan anugerah Allah dalam pelayanan kita bersama umat Tuhan.

Saat ini Gereja dituntut untuk mau melihat setiap perubahan yang ada dengan berbagai dinamikanya yang tentu mempengaruhi perubahan perilaku dan kehidupan umatnya dan masyarakat secara luas. Gereja tidak boleh terperangkap dalam sebuah suasana atau tradisi yang bisa saja secara sengaja menghambat peran gereja yang sesungguhnya yakni menjadi garam dan terang bagi dunia,” kata Nataniel Mandacan.

Karena itu gereja dituntut untuk bersikap aktif namun tetap waspada dalam menjalankan panggilan misinya di tengah dunia yang terus berubah.

Sementara dalam laporan Ketua Panitia Uji Publik Amandemen Teguh Prakoso menyebutkan, materi yang akan dibahas dalam uji publik amandemen tersebut yakni materi amandemen tata gereja, materi pokok-pokok panggilan pelayanan gereja (P4G) tahun 2022-2027 dan Renstra sinode GKI di tanah Papua 25 tahun, materi Tata ibadah dan pengakuan iman GKI di tanah Papua, materi kajian pendidikan GKI di tanah Papua serta hal umum lainnya.

Materi yang sudah disiapkan oleh beberapa tim yang ditunjuk oleh BP-AM sinode wilayah VI akan dibagikan untuk selanjutnya dibahas dalam komisi-komisi agar mendapat masukan yang signifikan,” tandasnya.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *