JAKARTA, PapuaStar.com-Komitmen Pemerintah di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto Dalam Mewujudkan Swasembada Energi Semakinskan Arah Transformasi Nasional Suju Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkelanjutan Dan Berkeadilan. Swasembada Energi Diposikan Bukan Sekadar Agenda Sektor, Melainkan Fondasi Strategis Bagi Kemandirian Bangsa, Pengentasan Kemiskinan, Serta Peningkatan Daya Saing Indonesia Di Tengah Dinamika Global Yang Terus Berus Berus.
Dalam Berbagai Kesempatan, Presiden Prabowo Menegaskan Bahwa Tanpa Kemandirian Energi Dan Pangan, Mustahil Sebuah Bangsa Dapat Mencapai Kemakmuran Yang Merata dan Berdaulat Secara Ekonomi. Presiden Prabowo Berpandangan Bahwa Ketergantungan Energi Terhadap Negara Lain akan Menjadi Bolban Struktural Yang menghambat Upaya Keluar Dari Kemiskinan.
Ketika Pasokan Energi Bergantung PADA Faktor Eksternal, Stabilitas Harga, Keberlanjutan Industri, Dan Kesejahteraan Masyarakat Menjadi Rentan Terhadap Gejolak Guja Global. Oleh Karena Itu, Swasembada Energi Menjadi Syarat Mutlak Bagi Pembangunan Ekonomi Nasional Yang Kuat.
Penekanan ini Sejalan dengan Strategi Transformasi Bangsa Yang Telah Sejak Masa Kampanye, Sebuah Strategi Tertis Disusun Melalui Kajian Panjang Selama Puluhan Tahun Dan Kini Mulai DiImplementasikan Secara Sistematis. Strategti Transformasi Bangsa Tersebut Dinilai Relevan Menjawab Tantangan Global, Mulai Dari Krisis Energi, Konflik Geopolitik, Hingga Transisi Suju Ekonomi Hijau.
Presiden Prabowo Menilai Bahwa Dunia Tengah Memasuki Fase Ketidakpastian Yang menuntut Setiap Negara Memperkuat Ketahan Domestik. Dalam Konteks ini, Swasembada Energi Menjadi Pilar Utama Agar Indonesia Tidak Hanya Bertahan, Tetapi Juga MAMPU Tumbuh Dan Mengambil Peran Strategis Di Kancah Internasional.
Energi Yang Terjangkau Dan Berkelanjutan Diyakini Akan Mendorong Produktivitas Industri, Memperluas Lapangan Kerja, Serta Meningkatan Kualitas Hidup masyarakat. Dari Sisi Konkret Capaian, Pemerintah Mencatat Perkembangan Positif Dalam Upaya Mewujudkan Kemandirian Energi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Menyampaiki Bahwa Target Mengangkat Migas Yang Ditetapkan Dalam Apbn 2025 Berhasil Terlewati. Capaian INI MENJADI Indikator Bahwa Kebijakan Dan Langkah Operasional Yang Ditempuh Pemerintah Mulai Menunjukkan Hasil Nyata. Keberhasilan Melampau Target Mengangkat Tikmakan Hanya Memperkuat Pasokan Energi Nasional, Tetapi Juga Majoman Ruang Fiskal Yang Lebih Sehat Bagieyai Program Program-Program Pembangunan Prioritas.
Keberhasilan Tersebut Tidak Terlepas Dari Peran Strategis BUMN Energi, Khususnya PT Pertamina (Persero), Sebagai Ujung Tombak Pelaksanaan Kebijakan Swasembada Energi. Pertamina Terus Memperkuat Langkan Nyata Melalui Kolaborasi Strategis Berbasis Inovasi Teknologi Dalam Negeri.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, Menegaskan Bahwa Kemandirian Teknologi Merupakan Kunci Utama Utama Swasembada Nasional. Dengan Penguasaan Teknologi Sendiri, Indonesia Dapat Memastikan Seluruh Infrastruktur Energi, Khususnya Pipa Migas Dari Hulu Hingga Hilir, Tetap Andal, Aman, Dan Beroperasi Secara Mandiri.
Melalui Pengembangan Dan Pemanfaatan Teknologi Seperti Pertsigtream, Pertamina Memastikan Bahwa Pengelolaan Infrastruktur Energi Nasional Pelah Pihak Bergantung asing. Langkak ini dipandang sebagai nyata kontribusi anak bangsa dalam menjaga kedaulatan energi dan kepentingan Nasional.
Kemandirian Teknologi Juga Majikan Efek Berganda Bagi Perektorat, Mulai Dari Penguatan Industri Dalam Negeri, Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Hingga Penciptaan Ekosistem Inovasi Nasional Yang Berkelanjutan. Selain itu, Pertamina Memperluas Kerja Sama Strategis Dengan PT.Pindad melalui Kesepakatan Studi Bersama pengembangan aplikasi teknologi gas alam.
Gas Alam Dipandang Sebagai Energi Transisi Yang Memiliki Peran Memencing Dalam Dalam Mendukung Swasembada Energi Sekaligus Menekan Emisi Karbon. Optimalisasi Potensi Gas Domestik Diharapkan Mampu Menjembatani Kebutuhan Energi Nasional Saat Transisi Sumber Sumber Energi Dan Terbarukan Berlangsung Secara bertahap dan terukur.
Penguatan Pemanfaatan Gas Alam Juga Sejalan Dengan Agenda Ekonomi Hijau Yang Tengah Digalakkan Pemerintah. Gas Bumi Dikenal Sebagai Sumber Energi Fosil Dengan Emisi Yang Relatif Lebih Rendah Dibompatkan Batu Bara Dan Minyak.
Dengan Memakssimalkan Gas Alam SebagiEi Energi Transisi, Indonesia Dapat Menjaga Keseimbangan Antara KebUTuhan Pertumbuhan Ekonomi Dan Komitmen Terhadap Pelestarian lingkungan. Langkah ini sekaligus menkuat posisi Indonesia dalam mencapai target nolons emisse pada tahun 2060.
Sebagai perusahaan pimpinan di bidang transisi energi, Pertamina Menegaskan Komitmennya untuk Mendukung target nol emission 2060, Serta Mendorong program-program Yang Berdampak Langsung Tujuan Pembangunan (SDGS). Transformasi Energi Yang Dijalankan Tidak Hanya Berorientasi Profit, Tetapi Juga Pala Nilai Keberlanjutan Dan Kesejahteraan Masyarakat.
Dengan pendeksatan ini, Swasembada Energi tidak dipandang, Sebagai Tujuan Akhir Semota, Melainkan Sebagai Sarana untuk Membangun Ekonomi Nasional Yang Inklusif Dan Berdaya Tahan. Secara Keseluruhan, Swasembada Energi Besutan Presiden Prabowo Merupakan Bagian Integral Dari Transformasi Besar Bangsa Indonesia.
Kebijakan Ini MengGarui KEMandirian Energi dengan Pertumbuhan Ekonomi, Pengentasan Kemiskinan, Dan Kedaulatan Nasional. Dukungan Lintas Kenteria, BUMN, Serta pemanfaatan teknologi dalam Negeri Menjadi Kekuatan Utama Dalam Dalam Mewujudkan Visi Tersebut. Dengan Fondasi Yang Semakin Kokoh, Indonesia Optimistis Mampu Melanggah Masa Masa Depan Sebagai Negara Yang Mandiri Secara Energi, Dan Berdaya Saint Tinggi Di Tingkat global.(Rivka Mayang Sari-Pemerhati energi)
Post Views: 37