Tabligh Akbar Gabung “Ketaatan Ritual dan Solidaritas Universal di Tengah Ujian Bencana

oleh -1464 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com-Dilaksanakan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Gabungan dari Pemda Kabupaten Manokwari, TNI, Polri, ASN Bersama PHBI, Ormas Islam, Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan TNI AL dan Masyarakat Kabupaten Manokwari dalam rangka Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M dengan tema ” Ketaatan Ritual dan Solidaritas Universal di Tengah Ujian Bencana ” oleh : Ketua PC NU Kabupaten Manokwari Penceramah Ust. H Ali Mustofa, SPd, Sabtu (17/01/2026) di Masjid Fasharkan Manokwari, Jln. Kapten Yugoharto No. 1 Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Kakankemenag Kabupaten Manokwari, Kepala Seksi Binmas Islam Kabupaten Manokwari Salim Mandar memaparkan, memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Besar Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam,” tuturnya.

Setiap kegiatan keagamaan di Kabupaten Manokwari merupakan bagian penting dalam membina kehidupan masyarakat, dan peringatan hari besar Islam seperti yang kita laksanakan hari ini harus terus kita tingkatkan sebagai wujud kecintaan kita kepada agama dan persatuan umat.

“Seiring perjalanan waktu, kita kembali memperingati peristiwa Isro’ Mi‘roj Nabi Besar Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam yang jatuh setiap tanggal 27 Rajab. Peristiwa ini bukan hanya bagian dari sejarah umat Islam, tetapi juga menjadi cermin bagi kehidupan kita hari ini,” jelasnya.

Isro’ Mi‘roj mengajarkan kita tentang kedekatan kepada Allah, keteladanan Rasulullah, serta cinta kepada sesama manusia. Dari peristiwa inilah kita belajar bagaimana membangun kehidupan sosial yang penuh kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat.

“Salah satu hikmah terbesar Isro’ Mi‘roj adalah perintah sholat. Sholat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, ketaatan, dan kepatuhan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā,” bebernya.

Dampak sosial dari sholat sangat besar, karena ia mendidik hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhannya sekaligus hubungan yang harmonis antar sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui peringatan Isro’ Mi‘roj ini marilah kita perkuat persatuan dan kesatuan umat. Kita jaga persaudaraan dengan sebaik-baiknya, sebab dalam persatuan terdapat kekuatan. Dengan kekuatan itulah kita mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” paparnya.

Dengan mendekatkan diri kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, semoga kebersamaan hari ini menjadi amal ibadah yang bernilai di sisi-Nya serta meningkatkan kualitas iman dan takwa kita dalam kehidupan sehari-hari.Kakankemenag Kabupaten Manokwari, Kepala Seksi Binmas Islam Kabupaten Manokwari Salim Mandar memaparkan, memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Besar Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam,” tuturnya.

Setiap kegiatan keagamaan di Kabupaten Manokwari merupakan bagian penting dalam membina kehidupan masyarakat, dan peringatan hari besar Islam seperti yang kita laksanakan hari ini harus terus kita tingkatkan sebagai wujud kecintaan kita kepada agama dan persatuan umat.

“Seiring perjalanan waktu, kita kembali memperingati peristiwa Isro’ Mi‘roj Nabi Besar Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam yang jatuh setiap tanggal 27 Rajab. Peristiwa ini bukan hanya bagian dari sejarah umat Islam, tetapi juga menjadi cermin bagi kehidupan kita hari ini,” jelasnya.

Isro’ Mi‘roj mengajarkan kita tentang kedekatan kepada Allah, keteladanan Rasulullah, serta cinta kepada sesama manusia. Dari peristiwa inilah kita belajar bagaimana membangun kehidupan sosial yang penuh kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat.

“Salah satu hikmah terbesar Isro’ Mi‘roj adalah perintah sholat. Sholat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, ketaatan, dan kepatuhan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā,” bebernya.

Dampak sosial dari sholat sangat besar, karena ia mendidik hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhannya sekaligus hubungan yang harmonis antar sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui peringatan Isro’ Mi‘roj ini marilah kita perkuat persatuan dan kesatuan umat. Kita jaga persaudaraan dengan sebaik-baiknya, sebab dalam persatuan terdapat kekuatan. Dengan kekuatan itulah kita mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” paparnya.

Dengan mendekatkan diri kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, semoga kebersamaan hari ini menjadi amal ibadah yang bernilai di sisi-Nya serta meningkatkan kualitas iman dan takwa kita dalam kehidupan sehari-hari.

Tausiyah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M oleh Ketua PC NU Kabupaten Manokwari Penceramah Ust. H Ali Mustofa, SPd. paparkan, Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai penguatan iman di tengah ujian berat kehidupan dari peristiwa ini umat Islam tidak hanya diajarkan tentang ibadah ritual tetapi juga tentang kepedulian sosial sebagai sesama manusia.

Sholat sebagai Pilar Ketaatan Perintah sholat lima waktu diterima Rasulullah langsung dari Allah yang menunjukkan bahwa sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan hidup orang beriman. Sholat yang benar akan menenangkan hati, memperkuat iman dan membentuk pribadi yang jujur, sabar, serta bertanggung jawab. 

Kekuatan Iman di tengah ujian Isro’ Mi’roj terjadi ketika Rasulullah berada pada masa paling sulit yang mengajarkan kita bahwa di balik ujian selalu ada pertolongan Allah dan Allah menegaskan bahwa sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar yang artinya bahwa ketaatan ritual harus melahirkan perubahan sikap jujur, peduli, rendah hati, dan tidak menyakiti sesama.

Isro’ Mi’roj mengingatkan kita agar menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia hablum minannas. Ketaatan ritual tanpa kepedulian sosial tidak sempurna begitu pula sebaliknya dengan keduanya, masyarakat akan menjadi damai, kuat, dan sejahtera.

Isro’ Mi’roj bukan hanya peringatan seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, memperbaiki sholat, memperkuat iman, mempererat persaudaraan dan menumbuhkan solidaritas di tengah ujian kehidupan semoga kita menjadi hamba yang taat kepada Allah dan bermanfaat bagi sesama manusia.

Dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FINACS, Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling, Kafasharkan Manokwari Letkol Laut (T) Teguh Trilaksana, S.E.,M.Tr.,Opsla,Kasdim 1801/Mkw Letkol Inf Samsir, Kabag SDM Polresta Manokwari Kompol Herman, S.H. Ketua MUI Kabupaten Manokwari Baharuddin Sabola, Kepala Dukcapil Kabupaten Manokwari Rustam Efendi,Ketua PHBI Kabupaten Manokwari H. Muhammad Mansyur, Ketua Pengurus Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan Manokwari M. Taufik, Personil Militer dan PNS Fasharkan Manokwari, Para peserta Jamaah Tabligh Akbar dan Para tamu undangan.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *