Toni Bonsapia, Gunakan Program JKN : Operasi Usus Buntu Ditanggung Tanpa Biaya di RS.Dimara

oleh -106 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com-Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan perannya sebagai pilar utama dalam sistem perlindungan kesehatan di Indonesia dengan memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau. Kehadiran program ini menjadi solusi atas tingginya biaya pengobatan yang kerap menjadi kendala bagi masyarakat.

Toni Bonsapia (58), peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), menjadi salah satu yang merasakan langsung manfaat tersebut. Saat ditemui di Rumah Sakit TK IV J.A. Dimara Manokwari, ia membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan layanan Program JKN.

“Pada saat itu, saya merasakan nyeri yang cukup hebat di bagian perut, disertai kembung dan demam. Awalnya saya mengira hanya dampak dari demam biasa, namun nyeri tersebut tidak kunjung mereda dan justru semakin memburuk. Akhirnya, keluarga membawa saya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan saya mengalami usus buntu dan harus segera menjalani operasi,” tutur Toni.

Apendisitis atau radang usus buntu merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat, kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti penyebaran infeksi hingga pecahnya apendiks yang dapat membahayakan keselamatan pasien.

Berkat penanganan cepat dan profesional dari tenaga medis, Toni segera menjalani tindakan operasi di RS TK IV J.A. Dimara Manokwari.
Selama menjalani perawatan hingga masa pemulihan pascaoperasi, Toni mengaku merasakan pelayanan yang sangat memuaskan.

Ia menilai tenaga kesehatan memberikan perhatian penuh tanpa membedakan status pasien, baik peserta JKN maupun pasien umum. Menurutnya, seluruh proses pelayanan dilakukan secara profesional, ramah, serta mengedepankan keselamatan pasien.

“Puji Tuhan, operasi berjalan lancar. Dokter kemudian menyarankan saya untuk menjalani rawat inap agar kondisi tetap terpantau. Selama perawatan, luka bekas operasi rutin diperiksa, dan seluruh tenaga kesehatan yang menangani saya memberikan pelayanan yang sangat baik,” katanya.

Toni juga menegaskan bahwa selama menjalani seluruh rangkaian pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan awal, tindakan operasi, hingga perawatan di rumah sakit, ia tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Seluruh biaya tersebut ditanggung melalui kepesertaan JKN yang dimilikinya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas penyelenggaraan Program JKN yang telah memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Toni juga mengapresiasi masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta serta mengimbau agar peserta senantiasa menjaga keaktifan status kepesertaan guna memastikan perlindungan tetap berjalan.

Menurutnya, Program JKN memiliki manfaat yang sangat besar, sehingga ia mendorong masyarakat yang belum terdaftar untuk segera bergabung sebagai peserta. Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut karena memberikan perlindungan kesehatan yang sangat berarti, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

“BPJS Kesehatan ini benar-benar menjadi anugerah bagi saya. Tanpa program ini, mungkin saya tidak dapat menjalani operasi karena keterbatasan biaya. Saya sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta aktif yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Jangan menunggu sakit baru mengurus JKN. Pastikan kepesertaan tetap aktif karena manfaatnya sangat besar dan benar-benar dirasakan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *