MANOKWARI, PapuaStar.com-Komitmen BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin terasa nyata.
Seiring penguatan layanan digital dan optimalisasi pelayanan tatap muka, proses administrasi JKN kini dapat diakses dengan lebih cepat, sederhana, dan efisien—tanpa drama birokrasi yang berbelit.
Pengalaman positif itu dirasakan langsung oleh Yopi Saiba (39), peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) asal Kabupaten Pegunungan Arfak.
Yopi mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Manokwari untuk melakukan perubahan data kepesertaan, dan mengaku terkesan dengan sistem pelayanan yang diterimanya.
Menurut Yopi, sejak tiba di kantor BPJS Kesehatan, alur pelayanan sudah tertata dengan baik. Ia disambut ramah oleh petugas keamanan, diarahkan dengan jelas, dan memperoleh nomor antrean tanpa hambatan. Waktu tunggu pun relatif singkat.
“Pelayanannya cepat dan tertib. Tidak lama menunggu, saya langsung dipanggil ke loket dan data saya segera diperbarui. Petugasnya ramah, komunikatif, dan sigap. Saya juga sempat mencoba kanal layanan AMAN untuk cek status kepesertaan—praktis dan sangat membantu,” ujar Yopi.
Ia menilai, kemudahan ini mematahkan anggapan lama di masyarakat yang menganggap pengurusan administrasi JKN rumit dan memakan waktu.
Menurutnya, dengan sistem yang terus diperbarui, BPJS Kesehatan berhasil menunjukkan wajah pelayanan publik yang lebih modern dan responsif.
Yopi juga menegaskan bahwa kepesertaan JKN merupakan kewajiban yang penting bagi setiap warga negara. Ia mengaku bersyukur status kepesertaannya masih aktif dan merasa beruntung menjadi bagian dari program JKN yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Baik peserta yang iurannya ditanggung pemerintah maupun yang membayar mandiri, semuanya dilayani secara setara. Tidak ada perbedaan. Pelayanan yang adil seperti ini patut diapresiasi dan dipertahankan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yopi mengajak seluruh peserta JKN untuk disiplin membayar iuran tepat waktu demi menjaga keberlanjutan program. Ia juga berharap fasilitas kesehatan terus meningkatkan mutu layanan agar manfaat JKN benar-benar dirasakan secara optimal oleh peserta.
“Dengan iuran yang dibayar rutin, kita tidak perlu cemas saat membutuhkan layanan kesehatan. Prinsipnya sederhana: sedia payung sebelum hujan.
Kita tidak tahu kapan sakit, jadi sebaiknya terdaftar JKN sejak sehat, bukan setelah jatuh sakit,” pungkasnya.
Dengan pengalaman seperti yang dirasakan Yopi, BPJS Kesehatan kian menegaskan arah transformasi layanan JKN: lebih mudah diakses, lebih cepat dilayani, dan lebih dekat dengan kebutuhan peserta.
Post Views: 139