Arnoldus Tiniap Terangkan MRI-Momografi Segera Dioperasikan Bulan Juli di RS Provinsi Papua Barat 

oleh -247 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com- Direktur Rumah Sakit Umum Papua Barat Arnoldus Tiniap mengatakan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan momografi siap dioperasikan dalam pelayanan kesehatan di Papua Barat, di bulan Juli mendatang. MRI merupakan alat penunjang diagnostik dengan tingkat akurasi lebih tinggi, Senin (14/06/2024)

“Lebih lanjut Arnoldus Tiniap menjelaskan, bahwa MRI merupakan pemeriksaan medis untuk menampilkan citra dari struktur rangka tubuh atau organ dalam pasien. Dari pemeriksaan MRI, dokter akan mendapatkan gambar bagian tubuh pasien yang dipindai untuk menentukan langkah tindakan medis berikutnya,” tutur Arnoldus Tiniap.

Direktur RS Provinsi Papua Barat dr.Arnoldus Tiniap mengatakan, RS Papua Barat merupakan rumah sakit pertama di Papua Barat dan mengoperasikan alat ini. Sedangkan momografi adalah tes pemindaian yang dilakukan untuk menangkap gambar jaringan payudara dengan menggunakan teknologi foto rontgen.

“Dikatakan dr Arnoldus Tiniap, Selama ini dokter memeriksa kanker payudara hanya secara manual tetapi jika alat momografi ini sudah bisa dioperasikan maka akan sangat membantu dengan adanya alat ini,” terangnya.

Arnoldus Tiniap menjelaskan, kedua alat sementara masih dalam pengujian dan pelatihan tenaga serta penentuan tarif yang untuk nantinya layak dalam pelayanan kepada masyarakat. Alat ini diperkirakan siap digunakan dalam pelayanan kesehatan di bulan Juli 2024 ini,” bebernya.

“Arnoldus Tiniap berharap, MRI dan momografi dalam waktu dekat ini bisa ditentukan tarif agar alat itu bisa dioperasikan. Alat ini juga telah dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa alat ini benar-benar siap digunakan, ” katanya.

Arnoldus Tiniap memaparkan, agar alat itu bisa digunakan maka ada 2 pilihan. Pertama menunggu peraturan gubernur atau membuat peraturan direktur sementara yang berlaku selama 6 bulan. Hal ini dilakukan untuk menentukan tarif yang sesuai agar alat tersebut bisa segera dioperasikan.

“Kita punya tarif pergub yang sebelumnya itu belum mengakomodir untuk alat MRI dan Momografi dan jika revisi pergub terlalu lama sampai akhir tahun maka kita akan buat peraturan direktur sementara,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *