Cegah Potensi Konflik, Masyarakat Nusantara dan Papua Minta Dominggus Mandacan Lanjut Jabat Karateker

oleh -177 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Peduli Hak Konstitusi menggelar aksi demo damai di halaman Aston Niu Hotel Manokwari, Senin (14/2/2022). Kedatangan mereka berkaitan dengan kunjungan kerja oleh Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono.

Salah satu koordinator aksi yang juga menjabat sebagai ketua aliansi masyarakat adat Papua, Petrus Makbon mengatakan bahwa aksi yang dilakukan ini merupakan aksi spontanitas dan solidaritas masyarakat Nusantara dan masyarakat Papua dalam rangka meminta pemerintah pusat untuk tidak mengisi jabatan karateker Gubernur Papua Barat dengan pejabat non OAP atau pejabat mantan militer (TNI/Polri).

Sebab menurut Makbon, wilayah Papua Barat saat ini tidak mengijinkan hal demikian. Sehingga melalui aspirasi ini pemerintah pusat diminta tidak menutup mata dengan kondisi keamanan Papua Barat yang sangat berpotensi terjadinya konflik sosial.

“Mereka punya keinginan meminta kepada pemerintah pusat kalau bisa karateker ini bukan orang militer TNI atau Polri. Kemudian kalau bisa juga bukan orang dari pusat,” ungkap Petrus.

“Kalau ada orang Papua yang bisa jadi karateker biar saja. Tapi kalau tidak ada, maka Dominggus Mandacan harus tetap memerintah, walau beliau punya masa jabatan sudah selesai. Ini yang menjadi dasar demi keamanan dan ketertiban. Semua orang sudah tau kepemimpinan Dominggus Mandacan maka mereka sepakat mengusulkan, kebetulan ada anggota DPD RI yang kunjungan kerja maka kita sampaikan kepada mereka,” tandasnya.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan massa aksi meminta pemerintah pusat menunjuk Dominggus Mandacan kembali memimpin Papua Barat selama massa transisi meski masa jabatannya telah berakhir. Karena masyarakat sudah mengenal dan mengetahui pribadi serta gaya kepemimpinan seorang Dominggus Mandacan.

“Tidak ada kata tidak bisa, namun harus bisa. Negara Indonesia harus menunjuk bapak Dominggus Mandacan kembali sebagai karateker,” terang Makbon.

“Kami tidak mau tahu, ini aspirasi kami sampaikan untuk karateker masuk dan itu Dominggus Mandacan. Kalau bukan Dominggus Mandacan, kami akan ribut lagi karena ini kesepakatan kami dari suku Nusantara dan orang asli Papua,” tutup kepala suku Biak itu.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *