Dinilai Berpotensi, Dispar Papua Barat Akan Tinjau Ulang Regulasi Pariwisata

oleh -145 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Pasca terbentuknya provinsi Papua Barat Daya, Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat akan melakukan berbagai upaya berkaitan dengan peningkatan sektor pariwisata.

Hal itu dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Ruland Sarwom.

Sebab kata Ruland, apa yang dimiliki oleh provinsi Papua Barat Daya saat ini, merupakan hasil karya dari sumber daya manusia Papua Barat sebelumnya. Sehingga dirinya optimis, dengan hanya tersisa 7 kabupaten akan sangat mudah untuk melakukan berbagai inovasi, khusunya di sektor pariwisata.

“Kita akan rombak semua regulasinya, untuk mengangkat kembali potensi wisata di 7 kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Papua Barat. Kita punya SDM yang mumpuni,” cetus Ruland Sarwom, Kamis (29/12/2022).

Dari 7 kabupaten yang tersisa saat ini, Ruland mengaku secara keseluruhan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan. Mulai dari wisata bahari, pegunungan maupun wisata alam.

Dengan demikian, akan ada sektor wisata yang harus menjadi icon baru dari provinsi Papua Barat, bahkan mampu bersaing dengan wisata bahari di Kabupaten Raja Ampat yang kini sudah masuk dalam wilayah provinsi Papua Barat Daya.

Meski begitu, Sarwom mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu, dan melibatkan para pakar dan ahli, sehingga sektor pariwisata yang akan di garap nanti mampu memberikan kontribusi positif terhadap provinsi Papua Barat.

“Ada potensi wisata bahari di Wondama, Kaimana, Fak-Fak, Manokwari dan Manokwari Selatan. Pegunungan Arfak dengan potensi wisata pegunungan, termasuk potensi wisata alam di Bintuni,” beber Ruland.

Seluruh elemen masyarakat diminta dapat mendukung upaya dari pemerintah. Ini semata-mata untuk kepentingan semua pihak, terutama peningkatan ekonomi masyarakat.

Hal utama yang harus diantisipasi adalah faktor keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebab akan ada wisatawan dari dalam daerah bahkan luar negeri yang ingin berkunjung ke seluruh objek wisata, yang tengah dirancang.

“Kita butuh kerjasama pemerintah kabupaten dan stakholder yang peduli terhadap pariwisata. Utamanya adalah keamanan. Karena akan ada wisatawan dari dalam dan luar negeri yang berkunjung,” tutup Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat itu.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *