Keliopas Meidodga Minta Dukungan dan Janji Wujudkan Estafet Kepemimpinan Pro Masyarakat Adat

oleh -248 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai akhirnya memiliki pemimpin yang definitif sejak kepemimpinan almarhum Barnabas Mandacan. Kepemimpinan yang baru ini disahkan dalam upacara adat pengukuhan dilaksanakan di Kantor Dewan Adat Papua Wilayah III Doberai, yang berlokasi di Jl. Pahlawan Manokwari, Selasa (31/5/2022).

Upacara pengukuhan diawali dengan parade adat oleh masyarakat adat wilayah III Doberai, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan mahkota dari Ketua Umum DAP Dominikus Surabat. Usai prosesi upacara adat, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Umum DAP Welem Rumasep.

Dalam sambutan perdanya Ketua DAP Wilayah III Doberai Keliopas Meidodga mengatakan bahwa estafet kepemimpinan masyarakat adat Papua khususnya diwilayah III Doberai baru saja dimulai. Oleh sebab itu perlu adanya dukungan yang positif dari masyarakat adat terhadap dirinya dalam mendorong kesempatan yang sama guna memperjuangkan hak masyarakat adat kedepan.

Keliopas berjanji akan kembali menata kelembagaan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberai secara baik dan maksimal dengan melengkapi struktur kepengurusan organisasi. Sebab Dewan Adat Papua adalah lembaga representasi masyarakat adat yang disokong oleh 3 pilar yakni tokoh adat, agama dan pemerintah.

“Hari ini sejarah mencatat bahwa perjalanan panjang setelah Alm Barnabas Mandacan lembaga ini berjalan baik sampai hari ini. Setelah saya dikukuhkan maka mulai dengan estafet yang perlu saya menata kelembagaan ini mengisi setiap pilar dalam kantor ini. Sehingga setiap ruang dapat diisi sesuai fungsi masing-masing karena lembaga ini miliki keabsahan yang jelas tanpa politik. Lembaga ini mempunyai tugas melindungi masyarakat adat Papua,” ungkap Keliopas Meidodga.

Meidodga juga menegaskan bahwa peran Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai adalah lembaga yang memiliki peran penting untuk melindungi masyarakat adat dan berbagai suku serta etnis di tanah Papua karena dirinya menilai Manokwari adalah rumah bersama baik bagi masyarakat Papua maupun Non Papua. Oleh sebab itu perlu adanya dukungan dari berbagai masyarakat dan suku etnis yang mendiami tanah Papua.

“Mari kita syukuri rahmat Tuhan atas tanah ini. DAP mempunyai mitra kerja dengan pemerintah untuk menata wilayah adat untuk mengenal jati diri kita dengan beranekaragam yang ada,” tutupnya.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *