Menjelang Nataru, BI Papua Barat Siapkan Uang Layak Edar Rp.1,59 Triliun

oleh -171 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Dalam rangka pemenuhan kebutuhan uang Rupiah layak edar kepada masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) natal dan tahun baru (Nataru) di Wilayah Provinsi Papua Barat, KPwBI Prov. Papua Barat siapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp1,59 Triliun.

Kepala KPw BI Prov. Papua Barat, Rommy S. Tamawiwy menjelaskan, jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8,16% dibanding realisasi kebutuhan uang Rupiah pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp1,47 Triliun.

“Dikatakan peningkatan permintaan ULE sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat hingga akhir tahun. 

Meningkatnya kebutuhan ULE hingga akhir tahun di wilayah Provinsi Papua Barat dipengaruhi oleh meningkatnya realisasi anggaran pemerintah daerah serta pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang nataru,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima PapuaStar.com, Kamis (08/12/2022).

Untuk memastikan kelancaran distribusi ULE di masa nataru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat memiliki beberapa strategi diantaranya melakukan kegiatan kas keliling di Kabupaten Manokwari dan sekitarnya, distribusi ULE pada 2 Kas Titipan Bank Indonesia yang berada di Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Sorong Selatan.

“Lebih lanjut Rommy S. Tamawiwy mengatakan, BI Papua Barat mengoptimalisasikan layanan perbankan antara lain layanan penukaran uang rupiah di loket kas masing-masing kantor bank,

Memastikan seluruh ATM berfungsi dan beroperasi dengan baik penyediaan uang Rupiah pada mesin-mesin ATM secara periodik,” terangnya.

Tak hanya itu saja, kata Rommy S. Tamawiwy, Layanan perbankan dalam penanganan gangguan transaksi pembayaran.

“Selain itu, BI juga berupaya mendorong masyarakat berbelanja secara bijak di masa Nataru,Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat secara rutin melaksanakan sosialisasi dan edukasi mengenai gerakan Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah,” beber Rommy S. Tamawiwy.

Melalui gerakan CBP Rupiah, masyarakat diharapkan dapat menanamkan rasa Cinta dan Bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan NKRI, Paham cara berbelanja secara bijak, serta menjaga uang Rupiah dengan cara 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Distapler, Jangan Diremas dan Jangan Dibasahi).

“Lanjut Rommy S. Tamawiwy mengatakan, sejalan dengan hal tersebut, untuk mempermudah transaksi pembayaran, masyarakat dapat memanfaatkan pembayaran secara non tunai dengan menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit, BI-FAST, Mobile Banking, Internet Banking, hingga kanal pembayaran QRIS untuk transaksi  yang Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal,” tandas Kepala KPw BI Papua Barat.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *