Menkumham Pimpin Delegasi RI dalam Konferensi Diplomatikdi WIPO Jenewa

oleh -282 Dilihat

JENEWA, PapuaStar.com- Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia (Menkumham RI) Yasonna H.

Laolymemimpin delegasi RI menghadiri Diplomatic Conference to Conclude an International LegalInstrument relating to Intellectual Property, Genetic Resources and Traditional KnowledgeAssociated with Genetic Resources (GRATK) yang diselenggarakan di Kantor World IntellectualProperty Organization (WIPO) di Jenewa, Swiss, pada 13 s.d. 24 Mei 2024.

Konferensi diplomatik GRATK yang dihadiri oleh lebih dari 1600 orang delegasi yang berasaldari 193 negara anggota WIPO merupakan forum yang sangat penting dan bersejarah yangdinantikan oleh negara-negara anggota WIPO.

Selama lebih dari 20 tahun, forum ini membahasisu pelindungan sumber daya genetik, pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisionaldalam forum Intergovernmental Committee on Intellectual Property and Genetic Resources,
Traditional Knowledge and
Folkore
(IGC-GRTKF). Pertemuan pertama IGC-GRTKF

diselenggarakan pada tahun 2001.
Dalam forum, Yasonna menyampaikan dua sambutan (statement); pertama, dalam kapasitasIndonesia sebagai Koordinator Like-Minded Group of Countries (LMCs), dan kedua, dalamkapasitas Indonesia sebagai negara anggota WIPO.

“LMC telah lama menantikan penyelenggaraan Konferensi Diplomatik GRATK. Setelah lebihdari 2 dekade pembahasan, kerja keras dan kompromi, akhirnya Konferensi Diplomatik GRATKdapat terselenggara.

LMCs siap untuk terlibat secara konstruktif untuk dapat menyetujui ataumenghasilkan sebuah traktat/perjanjian,” ujar Yasonna.

Yasonna menambahkan, sebagai pihak yang menginginkan adanya traktat internasional dibidang sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional terkait,

LMCs melihat KonferensiDiplomatik GRATK ini sebagai peluang untuk mengatasi ketidakseimbangan sistem kekayaanintelektual secara umum dan sistem paten secara khusus.

LMCs menunggu waktu untuk bisa disepakatinya sebuah traktat internasional yang akanmengatur standar minimum yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi sistem paten dan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *