Obat Covid-19 di Papua Barat Terbatas, Kapolda : Belum Ada Indikasi Penimbunan

oleh -102 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kajati Papua Barat, W Lingitubun, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing bersama Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa meninjau ketersediaan obat untuk Covid-19 mengunjungi dua gudang obat yaitu : PBF PT Aditya Kimia Farma Jalan. Drs.Esau Sesa dan PT Maiwa Farma Jalan Trikora Wosi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu (14/07/2021)

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, bahwa dalam dua gudang itu masih ada beberapa stok obat cukup untuk pasien COVID-19. Ada juga obat terbatas ketersediaannya terutama obat-obatan wabah pandemi Covid-19.

Ketersediaan obat cukup terbatas, karena obat yang didistribusikan pemerintah pusat langsung disalurkan ke Rumah Sakit,” tuturnya kepada sejumlah wartawan, usai memantau kedua gudang obat, Rabu (14/07/2021)

Dok. PapuaStar.com PS-08

Lebih lanjut mantan Bupati Manokwari dua periode ini mengatakan, akan dicek kembali langsung ke RS yang ada di Kabupaten, biar bisa diketahui kebenarannya obat-obat tersebut langsung disalurkan ke RS atau tidak. Begitu juga dengan stok obat tersebut masih ada atau memang sudah habis.

Kata Mandacan, akan dilakukan rapat dan evaluasi setelah adanya kunjungan didua tempat pemasok obat-obatan ini. Dan kini sudah diketahui oleh kami sekarang obat apa saja yang disalurkan ke pemasok gudang obat dan obat yang langsung disalurkan ke Rumah Sakit,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing menuturkan, hingga kini belum menemukan adanya oknum melakukan penimbunan obat-obatan maupun bermain harga obat di tengah pandemic Covid-19.

Dari hasil pengecekan ketersediaan obat-obatan di gudang-gudang farmasi milik 2 distributor, terutama obat penanganan Covid-19, sudah sesuai dengan (HET) Harga Eceran Tertinggi,” jelas Sihombing kepada sejumlah wartawan usai pengecekan gudang-gudang obat, Rabu (14/07/2021)

Dikatakan, ada beberapa obat yang masih harus diusulkan permintaannya ke pemerintah pusat, sebab stoknya sudah mulai berkurang.

Pengecekan ini, untuk memastikan tidak ada penimbunan obat di gudang pemasok atau obat memang sementara belum ada. Kita juga lakukan koordinasi dengan pihak distributor dan diketahui bahan-bahan itu memang belum datang,” ujar Sihombing.

Ternyata memang dari Kemenkes mendapatkan obat anti virus itu dan vitamin stoknya, langsung di distribusikan ke Tujuh Rumah Sakit (RS) rujukan.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *