Orang Tua Perhatikan Asupan Gizi Anak, Ketum TP-PKK : Ingat Batasi Makanan Instan

oleh -93 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian meminta orang tua memperhatikan asupan gizi anak dengan membatasi pemberian makanan instan.

Hal itu disampaikannya dalam acara Asistensi Program Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dan Isi Piringku dengan Pangan Lokal untuk Mendukung Pengurangan Angka Stunting di Provinsi Papua Barat, berlangsung di Auditorium PKK Papua Barat, Selasa (28/06/2022).

Caption Foto : Ketua TP-PKK pusat Tri Tito Karnavian didampingi Ketua TP-PKK Papua Barat Roma Paulus Waterpauw/ Dokumentasi PapuaStar.com (PS-08)

Ketua TP-PKK Tri Tito Karnavian menjelaskan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), masalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) meduduki posisi pertama.

Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya menyiapkan kualitas SDM sedini mungkin, yang salah satunya ditunjang dengan kesehatan secara fisik dan mental,” terang Ketum TP-PKK dalam sambutannya di hadapan PJ.Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, Ketum TP-PKK Papua Barat Ny.Roma Waterpauw, kepala OPD dan seluruh peserta PKK, di Auditorium PKK Papua Barat, Selasa (28/06/2022).

Di sisi lain, pihaknya menilai, angka prevalensi stunting di Provinsi Papua Barat masih relatif tinggi.

“Majunya teknologi informasi harusnya (membuat) setiap orang bisa mengakses informasi, bagaimana menyiapkan makanan yang bergizi untuk anak. Namun pasti ada hal yang salah, kenapa prevalensi angka stunting masih tinggi,” katanya.

Caption Foto : Peserta TP-PKK Se-Papua Barat dan kepala OPD Papua Barat/ Dokumentasi Papuastar.com (PS-08)

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena culture atau kebiasaan masyarakat yang tak terbiasa menyiapkan makanan yang bergizi.

Tak hanya itu, kebiasaan mengonsumsi makanan instan tanpa diimbangi asupan gizi seimbang juga disebut menjadi salah satu faktornya.

“Dengan kemudahan makanan instan, banyak sekali juga ibu rumah tangga menyiapkan makanan instan yang tidak diimbangi makanan segar yang tidak memenuhi gizi,” ujarnya.

Tri berharap, orang tua dapat memperhatikan persoalan gizi anak sedari dalam kandungan.

Menurutnya, makanan bergizi tak harus bernilai mahal, namun dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) negara yang melimpah, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan pangan lokal.

Sementara itu, Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat, Dr.Ai Dariah menuturkan, maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah mendorong penguatan ketahanan pangan di tingkat keluarga dengan pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mendukung pengurangan angka stunting. Dengan tujuan adalah memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat terkait pentingnya pola makanan beragam bergizi seimbang dan aman B2SA.

Lanjut Dr.Ai Dariah Menjelaskan, ini semua untuk meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat dalam mengelola pangan lokal untuk pemenuhan pola makan B2SA dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan kader dan masyarakat dalam upaya penganekaragaman konsumsi pangan melalui penerapan teknologi tepat guna.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *