Peduli Stunting TP-PKK Kabupaten Manokwari ‘Keroyok’ Kelurahan Sowi Sebagai Pilot Project

oleh -131 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Tim Penggerak PKK mencanangkan kelurahan Sowi sebagai pilot project dalam penanganan masalah Stunting. Pencanangan itu dilaksanakan di posyandu Bougenvil Sowi III, melalui pembagian makanan tambahan bagi para anak.

Dalam sambutannya Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari Ny. Febelina Indou mengatakan bahwa secara umum Stunting adalah penyakit kronis yang mempengaruhi pertumbuhan anak, karena minimnya asupan gizi.

Kondisi itu sepertinya tidak diperhatikan oleh para orang tua yang beranggapan merupakan faktor genetika atau keturunan. Padahal faktor genetika sama sekali tida mempengaruhi tumbuh kembang anak dibanding faktor lingkungan.

“Stunting memiliki gejala seperti wajah tampak lebih mudah dari anak seusianya. Selain itu pertumbuhan tubuh dan gigi yang terlambat, memiliki kemampuan fokus dan memory belajar yang buruk, pubertas lambat, lebih pendiam di usia 8-10 tahun. Ironisnya berat badan lebih ringan dari anak seusianya,” beber Ny. Febelina Indou, Selasa (18/10/2022).

Ny. Febelina mengingatkan para orang tua harus memahami beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam menghadapi anak dengan kondisi stunting terutama bagi ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup. Selain itu variasi menu makanan kepada anak sembari memperhatikan faktor nutrisi yang dibutuhkan anak.

Caption Foto : Kegiatan pencanangan Pilot Project Peduli Stunting oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari di Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan.(PS-01)

Oleh sebab itu melalui pencanangan pilot project peduli Stunting ini, para kader akan melakukan pendampingan dan pemberian asupan gizi kepada anak selama kurung waktu 3 bulan kedepan.

Sejalan dengan itu Bupati Manokwari Hermus Indou berencana membentuk tim gugus tugas yang terfokus dalam penanganan Stunting. Ini dirasakannya perlu dukungan semua pihak mulai dari distrik, lurah dan kampung serta tim kesehatan yang ada.

Sebab pada prinsipnya kebutuhan gizi dan nutrisi harus terpenuhi setiap hari, agar angka Stunting bisa berangsur menurun.

“Kita butuh tim gugus tugas ditingkat kelurahan dan kampung yang anggotanya mencakup semua stakholder dan penanganan Stunting tidak boleh kendor, jadi programnya harus jalan terus supaya evaluasi ada hasilnya,” terang Bupati Hermus Indou.

Bupati berkeinginan TP-PKK tidak hanya melaksanakan penanganan Stunting di Kelurahan Sowi, namun harus menyeluruh. Karena permasalahan Stunting tidak terpusat di hanya di kelurahan Sowi.

“Kalau kita bergerak sekarang maka harus merata distrik dan kelurahan semuanya, tinggal diperkuat dengan fungsi manajemen tugas. Nanti saya keluarkan instruktur penanganan Stunting selama 3 bulan,” pungkas mantan Ketua KNPI Papua Barat itu.

Bupati Hermus Indou optimis dengan gerakan peduli Stunting yang merata, hingga di semester pertama tahun 2023 kabupaten Manokwari bebas dari kasus Stunting.

“Minimal semester pertama tahun depan tidak ada lagi Stunting di kabupaten Manokwari,” tutup Bupati Manokwari.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *