Penutupan Side Event W20 di Manokwari Lahirkan 6 Pesan Moral

oleh -179 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Rangkaian Side Event Women 20 (W20) yang berlangsung di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat selama kurang lebih 3 hari sejak tanggal 7 sampai 9 Juni 2022 resmi ditutup, Kamis (9/6/2022).

Hasil pelaksanaan Side Event Women 20 (W20) melahirkan sedikitnya 6 pesan moral diantaranya ;

1. Mendorong terbentuknya dunia yang aman dan bumi yang layak huni, bebas dari diskriminasi, konflik dan perang serta menyerukan penghentian tindak kekerasan terhadap kaum perempuan, anak dan penyandang disabilitas diberbagai belahan dunia.

2. Mendorong diberikannya perhatian yang lebih dan adanya kebijakan yang pro kepada peningkatan kapasitas perempuan pedesaan dan disabilitas sesuai nilai-nilai kemanusiaan.

3. Memberikan kesempatan dan akses seluas-luasnya bagi perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan dasar (seperti kesehatan dan pendidikan), pelayanan publik dan sumber-sumber pendapatan dan ekonomi dalam rangka kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

4. Mempercepat pembentukan kebijakan yang lebih permanen melalui legislasi atau produk regulasi yang melindungi dan meningkatkan kapasitas perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas bagi negara atau daerah yang belum memiliki produk hukum tersebut.

5. Kami mendukung penuh langkah-langkah kongkrit dalam upaya peningkatan kapasitas perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas oleh pemerintah masing-masing negara dan daerah sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan, penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga, peningkatan sumberdaya manusia dan penyelamatan lingkungan hidup dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

6. Secara khusus terkait event ini, kami mendukung kebijakan negara membangun dari Pinggiran sesuai Visi Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, kebijakan tersebut mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan dasar seperti Pendidikan dan Kesehatan, bagi perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas sesuai semangat Pembangunan Berkelanjutan.

Dokumen pesan tersebut kemudian di tanda tangani secara bersama-sama oleh 28 perwakilan yakni Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, W20 Chair Presidensi Indonesia H Uli Tiur Ida Silalahi, Ketua Umum KOWANI Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd, Staf Khusus Presiden Angkie Yulistia, Pangdam XVIII Kasuari yang diwakili oleh Kasdam, Kapolda Papua Barat yang diwakili Wakapolda Brigjen Pol Patridge Renwarin, Ketua DPR Papua Barat, Kejati Papua Barat, Pangkoarmada III TNI Angkatan Laut diwakili oleh Kafasharkan Manokwari, Kabinda Papua Barat, Bupati Manokwari diwakili oleh Sekretaris Daerah drg. Henri Sembiring, Ketua Tim Penggerak PKK Papua Barat, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Teluk Wondama, Ketua FKPPI Jayapura, Himpunan Usaha Kecil Menengah Indonesia, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Papua Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Papua Barat, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Papua Barat, Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Ketua PWKI, Ketua Cendekiawan Perempuan Papua, McKinsey, Direktris Eksekutif Yayasan Mitra Perempuan Papua, Cendekiawan Perempuan dari UNIPA, Ikatan Perempuan Maybrat dan Ikatan Perempuan Doreri.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *