Perkuat Sinergitas Melawan Narkoba, BNNP-PB Gelar Workshop

oleh -81 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat terus bersinergi dengan sejumlah pihak untuk memperkuat kapasitas dalam melawan para bandar dan pengedar narkoba. Sinergitas itu dibangun dalam bentuk workshop bersama pihak terkait.

Kegiatan workshop yang dilaksanakan menghadirkan puluhan penggiat anti narkoba, mulai dari LSM, organisasi masyarakat bahkan insan pers.

Kepala BNNP Papua Barat, dalam arahannya yang diwakili oleh koordinator bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) drg. Indah Perwitasari mengatakan bahwa tidak banyak orang yang peduli akan bahaya narkoba. Sementara penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Papua Barat sudah sangat mengkhawatirkan, khususnya di kalangan generasi muda bangsa. Oleh karenanya, besar harapan dalam kegiatan workshop ini, para peserta akan menjadi pilar utama BNN dalam mengedukasi masyarakat terlebih bagi generasi muda Papua.

“Banyak orang diluar memiliki potensi tinggi dan hidup dengan segala kelimpahan, namun sedikit yang terpanggil untuk peduli terhadap bahaya narkoba,” tandas Indah,Rabu (27/10/2021).

Dalam workshop pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat anti narkoba ini, kata drg. Indah, akan ada pemberian materi tentang narkotika dan dampak dari penyalahgunaannya terhadap kesehatan tubuh dan masa depan generasi muda. Sehingga para peserta diminta untuk memotivasi diri guna melawan maraknya peredaran gelap narkoba.

“Melalui kegiatan ini nantinya membuat bapak dan ibu menjadi semangat untuk melawan peredaran gelap narkoba di Papua Barat,” sambungnya.

Dirinya juga sedikit mengingatkan para peserta tentang berbagai kejadian yang terjadi akibat penyalahgunaan narkoba, sehingga patut menjadi perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama perang melawan narkoba.

“Apa yang kami sampaikan akan sangat penting mengenai kejadian-kejadian yang ada di Manokwari,” tutup koordinator bidang P2M itu.

Sebelumnya, para peserta yang mengikuti workshop itu dinobatkan sebagai penggiat anti narkoba, yang secara simbolis dilakukan pengamatan pin kepada perwakilan peserta.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *