Tepis Tudingan Tak Layak Menjadi Kepala Puskesmas, Everdinan Wanggai Beberkan Perjalanan Kariernya

oleh -285 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Kepala Puskesmas Wosi Everdinan Wanggai angkat suara terkait tudingan yang dilayangkan segelintir masyarakat yang melakukan aksi protes Selasa (22/3/2022) pagi tadi.

Dijumpai diruang kerjanya, Everdinan menerangkan bahwa dirinya telah bertugas di Puskesmas Wosi sejak tahun 2006 silam. Hingga tahun 2021 dirinya sempat diusir dengan tuduhan yang tidak berdasar oleh mantan kepala Puskesmas Andarias Saroy. Setelah itu, dimasa pemerintahan Bupati Hermus Indou dan Wakil Bupati Edi Budoyo, dirinya dipercayakan untuk memimpin Puskesmas Wosi, dalam acara pelantikan yang digelar 30 Januari 2022 lalu.

Dengan potensi yang dimilikinya, Everdinan mengaku pernah bergabung sebagai penggiat HIV/AIDS bahkan menjadi anggota Pokja IV di kelurahan Wosi.

“Saya juga sebagai penggiat HIV/AIDS dari 2013 di puskesmas Wosi sampai hari ini. Jadi kalau dikatakan masyarakat menolak kami, kemarin juga kami baru dilantik menjadi anggota Pokja IV di kelurahan Wosi,” beber Everdinan, Selasa (22/3/2022).

Everdinan sangat menyangkan sikap oknum warga yang melakukan protes pagi tadi. Sebab kata Dia, dirinya baru saja akan memulai kepemimpinannya sejak dilantik Bupati Manokwari pada 30 Januari lalu. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk bersama-sama mengawal seluruh kebijakan dan keputusan yang akan dilakukan selama dirinya menjabat sebagai kepala Puskesmas Wosi, bukan terhasut dengan orang lain.

“Kami baru saja bangun kemitraan dengan Pak Lurah Wosi, jadi kalau ada masyarakat yang mengatakan untuk menolak, saya hanya sampaikan kalau saya baru saja dilantik. Maka nanti lihat dulu kepemimpinan saya,” pungkasnya.

Perjalanan karirnya tidak sampai disitu. Everdinan juga diketahui mendapatkan penghargaan sebagai pegawai dalam hal ini tenaga kesehatan teladan, bahkan dirinya mampu berkompetisi hingga memperoleh sertifikat pelatihan HIV/AIDS. Semua pencapaiannya itu mendorong Everdinan hingga menjadi seorang pemateri nasional.

“Kalau soal representasi sebagai pemimpin, saya di tahun 2015 menjadi pegawai teladan di provinsi Papua Barat. Saya juga memiliki sertifikat pelatihan khususnya untuk HIV dan tahun 2022 itu juga saya sebagai pemateri nasional,” terang Everdinan.

Everdinan kemudian mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan hasutan oknum tidak bertanggung jawab. Selain itu kepada para pegawai, agar bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program-program unggulan yang akan dilakukannya.

“Saya berharap masyarakat tidak terprovokasi, namun harus mengetahui kebenarannya. Kepada 46 pegawai dan 30 honorer juga untuk bersama kita memajukan puskesmas dengan mengembalikan marwah puskesmas dalam pelayanan preventif promotif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskemas Wosi,” tutupnya.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *