Yayasan EcoNusa dan Balitbangda Papua Barat, Mencari Ilmuwan Muda Papua

oleh -212 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Yayasan EcoNusa melaksanakan program Kompetisi Ilmuwan Muda Papua. Yang telah dilaksanakan untuk Ketiga kalinya sejak tahun 2017 dan dilakukan bekerjasama dengan Balitbangda Papua Barat untuk kedua kalinya sejak 2020 ini.

Bertujuan menyebarluaskan informasi dan menjaring mahasiswa-mahasiswi Papua dan Papua Barat untuk mengirimkan proposal penelitiannya serta berkompetisi dalam Ilmuwan Muda Papua 2021.

CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar mengatakan, hal ini bertujuan untuk mengorganisir mahasiswa perguruan tinggi maupun swasta di Tanah Papua sebagai peneliti muda handal dan mampu melakukan penelitian mengenai pengelolaan sumber daya alam dan budaya di Tanah Papua.

Diharapkan penelitian-penelitian yang dihasilkan dapat dijadikan basis dari perumusan kebijakan, advokasi kebijakan, dan inovasi sumber daya.
Webinar bertajuk “Sosialisasi Ilmuwan Muda Papua 2021,” tuturnya, Senin 5 Juli 2021. Belum banyak masyarakat di Tanah Papua, terutama kaum muda yang memiliki ketertarikan untuk melakukan riset atau penelitian tentang potensi di wilayahnya sendiri.

Karena ditanah Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa melimpah, membentang dari pegunungan hingga lautan, keanekaragaman hayati di Tanah Papua bahkan menduduki peringkat ketiga di kawasan tropis dunia setelah hutan Amazon dan Kongo,” terangnya.

Menurut Jurnal Nature tahun 2020, Pulau Papua juga menggeser posisi Madagaskar menjadi wilayah dengan keanekaragaman hayati flora tertinggi di dunia.

Hal itu tak hanya membuat alam di Tanah Papua terus saja dieksploitasi, melainkan juga dieksplorasi melalui penelitian-penelitian baik dari segi sumber daya alamnya maupun budaya masyarakat adatnya,” ujar Maitar.

Sayangnya, penelitian-penelitian tersebut tidak banyak menyisakan manfaat bagi masyarakat lokal. Ibarat helikopter, hasil penelitian yang telah dilakukan cenderung dibawa keluar dari Tanah Papua sehingga masyarakat lokal tidak mendapatkan manfaat maupun masukan dari hasil penelitian tersebut.

Padahal, penelitian sebagai kegiatan ilmiah memiliki peranan yang vital dalam perumusan kebijakan dan advokasi di berbagai sektor serta dalam menerapkan program pengembangan masyarakat,” papar Bustar Maitar.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Papua Barat, Charlie D Heatubun mengungkapkan, bahwa jika dibandingkan dengan koleksi penelitian keanekaragaman hayati di negara tetangga, koleksi informasi dari penelitian di wilayah Papua dan Papua Barat terbilang masih sangat minim.

Keanekaragaman hayatinya kita masih minim jika dibandingkan dengan informasi yang dihasilkan dari penelitian keanekaragaman hayati di negara tetangga Papua Nugini atau Australia yang jauh lebih terang benderang,” ucap Heatubun.

Koleksi keanekaragaman hayati kita ini masih banyak yang belum diketahui, apa sih sebenarnya yang ada di daerah itu, apa koleksi kekayaan hayatinya, flora, fauna, budaya atau natural story-nya tapi wilayah itu sudah keburu dikapling, ditebang, diambil kayunya, ditebang untuk land clearing, diubah jadi lahan kelapa sawit. Dari segi ilmu pengetahuan, ini merupakan kerugian yang sangat besar.

Kita tidak tahu apakah di dalam hutan yang ditebang ada potensi tumbuhan obat yang mungkin dibutuhkan terutama di masa pandemi covid-19 misalnya,” jelasnya.

Sedianya, pendaftaran Ilmuwan Muda Papua 2021 akan dibuka bulan Juli 2021 dan rangkaian proses kegiatan dilakukan hingga Oktober 2021. Peserta yang lolos seleksi akan berkesempatan mengikuti serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas ilmuwan muda handal antara lain bootcamp riset pengelolaan sumber daya alam dan budaya Tanah Papua.

Sedangkan, bantuan teknis pelaksanaan pelatihan, mentoring dari peneliti senior, workshop science communication, dan seminar hasil penelitian di Jakarta,” beber Charlie Heatubun.

Program ini khusus mengajak anak-anak muda di Tanah Papua agar lebih kreatif dalam berpikir bagaimana mendorong pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua itu sendiri.

EcoNusa berharap program ini bisa berkontribusi signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua dan secara langsung berkontribusi terhadap upaya pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.

Kita harus buktikan anak muda Papua tidak kalah dengan anak muda dari wilayah lain. Kita punya sumber daya alam melimpah, kita punya hutan yang luas, laut yang luas.

Ia menambahkan, Itu adalah modal kita untuk memajukan Tanah Papua sehingga pengelolaannya bisa kita lakukan sendiri secara bijaksana,” ungkap Heatubun.

Dalam webinar hadir sebagai narasumber adalah Charlie Danny Heatubun, Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Jatna Supriatna Dosen Universitas Indonesia, Rina Kusuma Manager Program PYM, Ian Immanuel Homer dan Yan Zakeus Alumni IMP 2020.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *