Yayasan EcoNusa dan Balitbangda Papua Barat, Mencari Ilmuwan Muda Papua

Yayasan EcoNusa dan Balitbangda Papua Barat, Mencari Ilmuwan Muda Papua

MANOKWARI, PapuaStar.com – Yayasan EcoNusa melaksanakan program Kompetisi Ilmuwan Muda Papua. Yang telah dilaksanakan untuk Ketiga kalinya sejak tahun 2017 dan dilakukan bekerjasama dengan Balitbangda Papua Barat untuk kedua kalinya sejak 2020 ini.

Bertujuan menyebarluaskan informasi dan menjaring mahasiswa-mahasiswi Papua dan Papua Barat untuk mengirimkan proposal penelitiannya serta berkompetisi dalam Ilmuwan Muda Papua 2021.

CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar mengatakan, hal ini bertujuan untuk mengorganisir mahasiswa perguruan tinggi maupun swasta di Tanah Papua sebagai peneliti muda handal dan mampu melakukan penelitian mengenai pengelolaan sumber daya alam dan budaya di Tanah Papua.

Diharapkan penelitian-penelitian yang dihasilkan dapat dijadikan basis dari perumusan kebijakan, advokasi kebijakan, dan inovasi sumber daya.
Webinar bertajuk “Sosialisasi Ilmuwan Muda Papua 2021,” tuturnya, Senin 5 Juli 2021. Belum banyak masyarakat di Tanah Papua, terutama kaum muda yang memiliki ketertarikan untuk melakukan riset atau penelitian tentang potensi di wilayahnya sendiri.

Karena ditanah Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa melimpah, membentang dari pegunungan hingga lautan, keanekaragaman hayati di Tanah Papua bahkan menduduki peringkat ketiga di kawasan tropis dunia setelah hutan Amazon dan Kongo,” terangnya.

Menurut Jurnal Nature tahun 2020, Pulau Papua juga menggeser posisi Madagaskar menjadi wilayah dengan keanekaragaman hayati flora tertinggi di dunia.

Hal itu tak hanya membuat alam di Tanah Papua terus saja dieksploitasi, melainkan juga dieksplorasi melalui penelitian-penelitian baik dari segi sumber daya alamnya maupun budaya masyarakat adatnya,” ujar Maitar.

Sayangnya, penelitian-penelitian tersebut tidak banyak menyisakan manfaat bagi masyarakat lokal. Ibarat helikopter, hasil penelitian yang telah dilakukan cenderung dibawa keluar dari Tanah Papua sehingga masyarakat lokal tidak mendapatkan manfaat maupun masukan dari hasil penelitian tersebut.

Padahal, penelitian sebagai kegiatan ilmiah memiliki peranan yang vital dalam perumusan kebijakan dan advokasi di berbagai sektor serta dalam menerapkan program pengembangan masyarakat,” papar Bustar Maitar.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Papua Barat, Charlie D Heatubun mengungkapkan, bahwa jika dibandingkan dengan koleksi penelitian keanekaragaman hayati di negara tetangga, koleksi informasi dari penelitian di wilayah Papua dan Papua Barat terbilang masih sangat minim.

Keanekaragaman hayatinya kita masih minim jika dibandingkan dengan informasi yang dihasilkan dari penelitian keanekaragaman hayati di negara tetangga Papua Nugini atau Australia yang jauh lebih terang benderang,” ucap Heatubun.

Koleksi keanekaragaman hayati kita ini masih banyak yang belum diketahui, apa sih sebenarnya yang ada di daerah itu, apa koleksi kekayaan hayatinya, flora, fauna, budaya atau natural story-nya tapi wilayah itu sudah keburu dikapling, ditebang, diambil kayunya, ditebang untuk land clearing, diubah jadi lahan kelapa sawit. Dari segi ilmu pengetahuan, ini merupakan kerugian yang sangat besar.

Kita tidak tahu apakah di dalam hutan yang ditebang ada potensi tumbuhan obat yang mungkin dibutuhkan terutama di masa pandemi covid-19 misalnya,” jelasnya.

Sedianya, pendaftaran Ilmuwan Muda Papua 2021 akan dibuka bulan Juli 2021 dan rangkaian proses kegiatan dilakukan hingga Oktober 2021. Peserta yang lolos seleksi akan berkesempatan mengikuti serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas ilmuwan muda handal antara lain bootcamp riset pengelolaan sumber daya alam dan budaya Tanah Papua.

Sedangkan, bantuan teknis pelaksanaan pelatihan, mentoring dari peneliti senior, workshop science communication, dan seminar hasil penelitian di Jakarta,” beber Charlie Heatubun.

Program ini khusus mengajak anak-anak muda di Tanah Papua agar lebih kreatif dalam berpikir bagaimana mendorong pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua itu sendiri.

EcoNusa berharap program ini bisa berkontribusi signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua dan secara langsung berkontribusi terhadap upaya pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.

Kita harus buktikan anak muda Papua tidak kalah dengan anak muda dari wilayah lain. Kita punya sumber daya alam melimpah, kita punya hutan yang luas, laut yang luas.

Ia menambahkan, Itu adalah modal kita untuk memajukan Tanah Papua sehingga pengelolaannya bisa kita lakukan sendiri secara bijaksana,” ungkap Heatubun.

Dalam webinar hadir sebagai narasumber adalah Charlie Danny Heatubun, Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Jatna Supriatna Dosen Universitas Indonesia, Rina Kusuma Manager Program PYM, Ian Immanuel Homer dan Yan Zakeus Alumni IMP 2020.(PS-08)

Related post

900 Personel Gabungan Disebar, Kapolres Manokwari : Warga Jangan Terpancing Hasutan

900 Personel Gabungan Disebar, Kapolres Manokwari : Warga Jangan…

MANOKWARI, PapuaStar.com – Ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri di Manokwari, akan melaksanakan upaya pengamanan guna terwujudnya situasi keamanan dan…
Antisipasi Gangguan Keamanan 1 Desember, Polda Papua Barat Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Antisipasi Gangguan Keamanan 1 Desember, Polda Papua Barat Ajak…

MANOKWARI, PapuaStar.com – Antisipasi Gangguan Keamanan HUT OPM 1 Desember, Polda Papua Barat Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Kepala Kepolisian Daerah Papua…
Gelar PTBI 2022, Deputi KPwBI Papua Barat Dorong Sinergitas dan Inovasi

Gelar PTBI 2022, Deputi KPwBI Papua Barat Dorong Sinergitas…

MANOKWARI, PapuaStar.com – Kantor Perwakilan (KpwBI) Bank Indonesia Provinsi Papua Barat menggelar (PTBI) Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022, di Aston Niu…
Minus 12 OPD, DPA Perubahan Kabupaten Manokwari Tahun 2022 Belum Dibagi

Minus 12 OPD, DPA Perubahan Kabupaten Manokwari Tahun 2022…

MANOKWARI, PapuaStar.com – Pasca ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Manokwari tahun 2022, hingga kini Dokumen Pengguna Anggaran…
Kemendagri Tegaskan Pemberian TPP ASN Disesuaikan dengan Kemampuan Pemda

Kemendagri Tegaskan Pemberian TPP ASN Disesuaikan dengan Kemampuan Pemda

JAKARTA, PapuaStar.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan, pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) disesuaikan dengan kemampuan pemerintah…
Yohanes Momot Optimis PUPR Bisa Realisasi Anggaran Capai 90% Dibulan Desember

Yohanes Momot Optimis PUPR Bisa Realisasi Anggaran Capai 90%…

MANOKWARI, PapuaStar.com – Realisasi pekerjaan fisik pada Dinas Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Barat APBD tahun 2022 sudah…
Ini Catatan Fraksi Golkar dan Gabungan Fraksi terhadap Ranperda APBD Pemkab Manokwari 2023

Ini Catatan Fraksi Golkar dan Gabungan Fraksi terhadap Ranperda…

MANOKWARI, PapuaStar.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari kembali menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang III Tahun 2022, tentang penyampaian…
Tidak Dihadiri Eksekutif, DPR Papua Barat Tunda Paripurna KUA-PPAS

Tidak Dihadiri Eksekutif, DPR Papua Barat Tunda Paripurna KUA-PPAS

MANOKWARI, PapuaStar.com – Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat, dengan agenda Penyerahan KUA-PPAS pemerintah provinsi Papua Barat terpaksa…
Hadiri Resepsi HUT ke-77 PGRI dan HGN, Wabup Edi Budoyo : Tingkatkan Profesionalisme

Hadiri Resepsi HUT ke-77 PGRI dan HGN, Wabup Edi…

MANOKWARI, PapuaStar.com – Ratusan guru di Kabupaten Manokwari, menghadiri acara resepsi peringatan HUT ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Hari…
Berbalut Sehelai Kain, Bayi Tak Berdosa ditemukan di Kolong Truk

Berbalut Sehelai Kain, Bayi Tak Berdosa ditemukan di Kolong…

KABUPATEN SORONG, PapuaStar.com – Sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki, ditemukan warga di bawah kolong mobil truk, yang tengah terparkir di depan…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *