PEGAF, PapuaStar.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, baik secara sengaja maupun tidak disengaja, kelalaian manusia biasanya membuang puntung rokok sembarangan di area kering atau meninggalkan sisa api unggun yang belum padam sepenuhnya di kawasan hutan. Senin(14/09/2026).
“Dandim Kodim 1812/pegunungan Arfak Letkol Inf Mohammad Isnaini mengatakan, yang terjadi di pegunungan Arfak (pegaf) masyarakat sendiri membakar untuk membuka lahan pertanian,tapi tetap Babinsa sosialisasikan ke masyarakat Anggi, Miyambow dan Sururey secara langsung terkait Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) kepada masyarakat, dampak dari Karhutla sangat menganggu kesehatan terutama pernapasan, jangan bakar lahan pertanian sembarangan, jangan sampai terbakar lahan pertanian orang lain hingga merembet ke mana-mana,” tutur Letkol Inf Mohammad Isnaini kepada PapuaStar.com.

Karena rute Pegunungan Arfak ini cukup tinggi dan damkar cukup sulit menanjak ke atas, sehingga masyarakat juga harus mengerti keadaan rute pegaf.
“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada hutan yang terbakar, dengan Sosialisasi Waspada Kebakaran hutan dan lahan di Kp. Indabry Distrik Miyambow kab. Pegaf, tentu dapat mencegah terjadinya Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di pegaf,” beber Dandim Kodim 1812/pegunungan Arfak Letkol Inf Mohammad Isnaini.
Dihapkan masyarakat tetap waspada Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) karena itu suatu peristiwa terbakarnya hutan atau lahan, baik secara alami maupun oleh perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang menimbukan kerugian ekologi, ekonomi, sosial dan budaya.(PS-08)
Post Views: 297