Alami Patah Tulang, Muhammad Ramadhan :  Rasakan Ketenangan Berobat dengan JKN

oleh -239 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com-Rasa syukur dan lega dirasakan Muhammad Ramadhan (27), warga Kabupaten Manokwari, setelah mendapatkan penanganan medis akibat kecelakaan yang menyebabkan tangan kanannya mengalami patah tulang. Di tengah kekhawatiran menghadapi kondisi tersebut, Ramadhan merasa lebih tenang karena sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang aktif, kebutuhan pemeriksaan hingga tindakan medis yang dijalaninya mendapat jaminan melalui Program JKN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyarankan Ramadhan menjalani tindakan operasi untuk menangani cedera yang dialaminya. Mendengar hal tersebut, ia sempat merasa cemas. Namun, kekhawatiran itu berangsur berkurang karena ia tidak perlu memikirkan biaya pengobatan dan dapat fokus menjalani proses pemulihan.

“Awalnya tentu saya merasa khawatir karena harus menjalani operasi. Namun, saya bersyukur karena sebagai peserta JKN aktif, saya bisa mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis yang saya butuhkan. Pelayanannya juga sangat baik,” ujar Ramadhan.

Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Teluk Bintuni, Ramadhan mengaku semakin tenang. Menurutnya, seluruh proses pelayanan sejak pemeriksaan hingga tindakan medis berjalan dengan baik. Ia juga tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara peserta JKN dengan pasien lainnya.

“Seluruh tim medis memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh empati. Saya tidak merasakan adanya diskriminasi. Semua dilayani dengan baik dan kami merasa sangat diperhatikan,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut juga membuat Ramadhan ingin meluruskan anggapan yang masih beredar di masyarakat mengenai adanya batasan lama rawat inap bagi peserta JKN. Berdasarkan apa yang dialaminya, ia menilai pelayanan kesehatan yang diberikan tidak semata-mata ditentukan oleh status kepesertaan, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.

“Selama saya menjalani perawatan, tidak ada yang mengatakan bahwa peserta JKN hanya boleh dirawat beberapa hari. Pelayanan tetap diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis saya. Jadi, menurut saya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan informasi seperti itu,” tuturnya.

Tidak berhenti pada manfaat pelayanan kesehatan, Ramadhan juga merasakan kemudahan dari transformasi digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Bagi Ramadhan, kehadiran aplikasi tersebut membuat sejumlah kebutuhan saat berobat dapatdilakukan dengan lebih praktis.

“Saya menggunakan Mobile JKN ketika berobat. Banyak kebutuhan yang bisa dilakukan melalui aplikasi ini, termasuk mengambil antrean secara online. Jadi, sebelum datang ke fasilitas kesehatan, saya sudah bisa mengambil nomor antrean terlebih dahulu. Menurut saya, ini sangat membantu dan membuat proses berobat menjadi lebih praktis,” jelasnya.

Bagi Ramadhan, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa perlindungan kesehatan bukan hanya tentang mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga tentang hadirnya kemudahan dan kepastian di tengah kondisi yang tidak terduga. Ia berharap berbagai inovasi yang telah dihadirkan BPJS Kesehatan dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat Program JKN.

“Semoga BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Karena ketika kita sakit, yang paling kita butuhkan adalah bisa mendapatkan pelayanan dengan mudah dan tidak perlu terlalu khawatir,” tutup Ramadhan.,(Humas BPJS Kesehatan Papua Barat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *