MANOKWARI, PapuaStar.com-Memperingati HUT TNI-AL ke-81 (10 September 2026) Rumkital dr Azhar Zahir Manokwari mengadakan sosialisasi dan penyuluhan tentang pemberian bantuan hidup dasar (BHD) pada kondisi Kegawatdarurat khususnya Henti jantung dan henti Nafas di SMA Taruna Kasuari Manokwari, Rabu, (09/09/2026)
“Karukital dr Azhar Zahir Manokwari Mayor laut (K) dr. Jhonsen Indrawan, M.Ked(An).,Sp.An-TI menuturkan,Yang akan mensosialisasikan tentang pemberian bantuan hidup dasar (BHD) kegawatdarurat khususnya henti jantung dan henti Nafas yaitu:
– Kapten Laut (K) Agus Lestariyono S.Kep., Ns.
– Letda Laut (K) Anang Hari Setiawan.Amd.,Kep.
– Sertu APM Mokhammad Iflakh Amd., Kep.
– Kopda APM Bagus Aditya Prasetya
– KLS AMP Ronaldy Advega Torar Amd., Kep.
– Pengatur TK.I II/D Hetty Widiastuti S.Kep.,Ns.
– Devy Puspitasari S.Kep., Ns.
– Eva Novitasari.A.md.,Kep.
“Sementara itu di jelaskan Karumkit dr.Azhar Zahir Mayor laut (K) dr. Jhonsen Indrawan, M.Ked(An)., Sp.An-TI atau Kepala Direktur RS-AL Manokwari menjelaskan, bahwa ini adalah kegiatan yang diarahkan langsung dari pimpinan pusat, memberikan sumbangsih dan hidup dasar dari lingkungan, tidak hanya untuk bantuan orang kesehatan, lingkungan hidup dasar, terutama masyarakat yang hidupnya bukan di lingkungan kesehatan harus tahu bagaimana membantu orang yang sakit darurat tiba-tiba jantungnya berhenti dan nafas sesak,” terangnya.
Inilah caranya RS-AL Manokwari mempraktekkan cara membantu orang yang sedang mengalami kegawatdarurat sakit jantung dan sesak nafas.
“Wajib tahu metode dasar, karena bantuan hidup dasar itu ada beberapa proses tahapan dan semua orang harus tahu, cara membantu orang sakit atau mengalami hal ini,” bebernya.
Sedangkan di luar negeri, semua orang sudah tahu cara menyelamatkan yang di alami orang henti jantung dan sesak nafas.
“Dengan Edukasi ini, sudah tahu apa yang akan dilakukan, tentu bisa membantu orang yang tiba-tiba Jatuh, apakah ada sumbatan nafas, pijatan jantung 30 kali, juga bantuan nafas.Penanganan tepat yang diberikan karena henti Jantung dan henti nafas, itulah bantuan hidup dasar, supaya yang dilakukan pada kondisi Kegawatdarurat tidak bertambah buruk,” jelasnya kepada Papua Star.com.
Jadi pasien atau orang yang di bantu terselamatkan, karena 2 sakit ini sangat urgen, dengan cara membantunya selama 2 menit, bagaimana cara mengejar mengalamatkan orang yang tiba-tiba henti jantungnya dan sesak nafas.Penanganan RJB hingga 200 x memompa jantung, dengan cara ini membantu orang itu tidak sampai kaku dan tidak membiru sampai di Rumah sakit.
“102 siswa Taruna Kasuari Manokwari sangat antusias mengikuti dan mempraktekkan cara membantu menyelamatkan orang yang sakit, karena ini pertama kali pengetahuan mereka dapatkan arahan seperti ini,” ucapnya.
Karukital dr Azhar Zahir atau RS-AL Manokwari Mayor laut (K) dr. Jhonsen Indrawan, M.Ked (An).,Sp.An-TI berharap, apa yang dijelaskan tadi, semua siswa Taruna Kasuari Manokwari bisa paham, karena semua yang di jelaskan secara awam dan tidak mengunakan istilah yang sulit, jadi gampang dimengerti.
“Sekarang anak Taruna Kasuari Manokwari sudah tahu dan berani membantu orang yang sakit di depan mereka, tidak hanya berdiam diri melihat saja, setidaknya orang yang sakit itu terselamatkan dan bisa di bantu lakukan penanganan lebih lanjut oleh pihak rumah sakit,” tukasnya.
Penyakit ini sering terjadi pada usia yang sudah cukup tua dan sering terjadi, sekarang siswa Taruna Kasuari Manokwari sudah paham cara menanganinya.
“Sehingga tidak boleh takut membantu orang yang mengalami tiba-tiba Jatuh, jantungnya berhenti dan Sesak nafas,”pungkas Mayor laut (K) dr. Jhonsen Indrawan, M.Ked(An).,Sp.An-TI.(PS-08)
Post Views: 129