Pertamina Evaluasi 19 SPBU Penyaluran Distribusi BBM Pertalite dan Biosolar

oleh -58 Dilihat

PAPUA-MALUKU, PapuaStar.com— PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memberikan pembinaan kepada 19 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sejumlah SPBU bahkan dikenai penghentian sementara penyaluran BBM bersubsidi sebagai tindak lanjut atas pelanggaran operasional.

Pembinaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan Pertamina terhadap penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, agar distribusinya tetap sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan tindakan terhadap SPBU merupakan bagian dari evaluasi untuk memastikan seluruh lembaga penyalur mematuhi aturan yang berlaku.

“BBM bersubsidi merupakan komoditas yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penyaluran harus dilakukan secara tertib, tepat sasaran dan sesuai aturan,” kata Ispiani dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, pembinaan tidak hanya dimaksudkan sebagai pemberian sanksi, tetapi juga untuk mendorong pengelola SPBU melakukan perbaikan terhadap sistem operasional dan pelayanan.

Dari 19 SPBU yang mendapat pembinaan, tindakan berupa penghentian sementara distribusi Pertalite maupun Biosolar diberikan sesuai jenis pelanggaran dan dalam periode waktu tertentu.

Sebarannya meliputi dua SPBU di Kota Jayapura, empat SPBU di Kota Sorong, dua SPBU di Kabupaten Lanny Jaya, satu SPBU di Kabupaten Merauke, dua SPBU di Kabupaten Mimika, satu SPBU di Kabupaten Puncak Jaya, satu SPBU di Kabupaten Nabire, satu SPBU di Kabupaten Halmahera Selatan, serta lima SPBU di Kota Ambon.

Ispiani mengatakan Pertamina tidak berhenti pada pemberian tindakan. Pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan pengelola SPBU menjalankan perbaikan dan tidak mengulangi pelanggaran.

“Kami ingin memastikan setiap SPBU yang mendapatkan pembinaan benar-benar melakukan perbaikan agar seluruh SPBU tersebut dapat melakukan pelayanan yang baik, menjalankan operasional secara tertib dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada konsumen,” ujarnya.

Ia menegaskan, monitoring terhadap SPBU yang telah mendapatkan pembinaan akan terus dilakukan sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan.

Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi. Laporan terkait pelayanan atau proses penyaluran BBM di SPBU yang dinilai tidak sesuai ketentuan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.

“Proses pengawasan pun tidak dapat kami lakukan sendiri. Pertamina Patra Niaga selalu terbuka terhadap informasi dari masyarakat. Informasi tersebut akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan,” kata Ispiani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *