“Berdialog dengan Kepala Kampung Didohufa, Since Dowansiba, perangkat kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat guna menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Lebih lanjut warga menjelaskan kondisi jalan lintas provinsi menuju wilayah Manokwari Utara yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Jalan yang berlubang dan rusak dinilai menghambat mobilitas masyarakat, distribusi hasil jualan ke Kota Manokwari, serta akses pendidikan bagi para pelajar.
“Pemda Manokwari berkordinasi dengan Dinas PUPR Papua Barat dapat memperbaiki ruas jalan menuju kampung-kampung di Distrik Manokwari Utara, termasuk pembangunan lampu penerangan jalan,” terang Wakil Ketua III DPR Papua Barat.
Warga juga menyampaikan potensi wisata Kampung Didohufa yang dinilai belum dikembangkan secara optimal. Kampung tersebut memiliki objek wisata alam Kali Buaya dengan air yang jernih berwarna kebiruan serta Goa Kelelawar yang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan.
Lokasi wisata masih terbatas,Pemerintah kampung baru mampu membangun sekitar 100 meter jalan cor semen menggunakan dana kampung, sementara sekitar 500 meter sisanya masih berupa jalan setapak.
“Jika dikelola secara baik, potensi wisata ini dapat menjadi destinasi alternatif yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.Diperlukan dukungan dan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam pembangunan fasilitas pendukung wisata,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan awal, Indouw mengaku akan berupaya mendatangkan alat berat untuk membuka akses menuju lokasi wisata Kali Buaya.
“Kami berharap pemerintah daerah dan Dinas PUPR dapat mendukung pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata tersebut,” katanya.
Di sektor perikanan, mayoritas masyarakat Kampung Didohufa berprofesi sebagai nelayan. Namun keterbatasan sarana dan prasarana dinilai masih menjadi kendala dalam meningkatkan hasil tangkapan.
Warga berharap adanya bantuan perahu, motor tempel, jaring, hingga rumpon dari Dinas Perikanan Papua Barat guna mendukung pengembangan usaha perikanan masyarakat.
Aspirasi lain yang mengemuka adalah kebutuhan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Manokwari Utara. Selama ini para siswa harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju Kota Manokwari untuk melanjutkan pendidikan tingkat menengah atas.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Manokwari dapat bersinergi dengan Dinas Pendidikan Papua Barat untuk membangun SMA di wilayah Pantura sehingga memudahkan akses pendidikan bagi para siswa,” ujar Indouw.
Di bidang kesehatan, masyarakat meminta peningkatan fasilitas pada bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang telah tersedia di kampung tersebut. Warga berharap pemerintah dapat melengkapi fasilitas kesehatan, kendaraan operasional, peralatan medis, perlengkapan kantor, serta ketersediaan obat-obatan.
Sementara itu, kelompok perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengusulkan pembangunan pondok jualan serta bantuan modal usaha. Menurut mereka, keberadaan fasilitas usaha yang representatif akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama karena kampung tersebut mulai dikenal sebagai salah satu tujuan wisata.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Indouw menegaskan seluruh usulan masyarakat akan diperjuangkan sesuai kewenangan DPR Papua Barat melalui rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait maupun dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Kami meminta OPD teknis seperti Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan, serta instansi yang membidangi pemberdayaan masyarakat dan UMKM untuk mendengar serta menjawab kebutuhan masyarakat yang disampaikan dalam reses ini,” tegasnya. (PS-08)