Ini Penjelasan PJ.Gubernur Waterpauw, Terkait Keterlambatan Penyerahan Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2022

oleh -173 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs.Paulus Waterpauw M.Si mengakui adanya keterlambatan penyerahan KUA-PPAS perubahan APBD tahun 2022, semua itu dikarenakan kesibukan.

“Hal ini diakui Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw M.Si saat ditemui wartawan usai mengikuti rapat Paripurna DPR Papua Barat dalam penyerahan KUA-PPAS perubahan APBD tahun 2022 di Aston Niu Manokwari Hotel, Senin (26/09/2022).

Menurut mantan Kapolda Papua, beberapa Minggu ini ada rapat-rapat terus, sehingga itu yang mengakibatkan kita belum bisa fokus untuk satukan pendapat terkait dengan perencanaan dan agenda kegiatan nanti yang di program-programkan dalam perubahan ini.

“Selaku Penjabat Gubernur saya minta maaf dan berterima kasih banyak kepada DPR-PB yang meluangkan waktu dan undangan ketiga sore hari ini dan saya apresiasi beliau-beliau yang punya semangat demi rakyat, dimana kita bicara tentang kepentingan bersama,” ucap Paulus Waterpauw.

Diharapkan untuk APBD induk tahun 2023 semoga tidak ada keterlambatan, ini juga pengalaman saya  yang belum didalami karena belum ada jam terbang, biasanya kita hanya hadir menyaksikan atau mendampingi pimpinan Gubernur diPapua,tapi kali ini saya sebagai penjabat harus mengatur semua, ini suatu kelemah personal sifatnya.

“Tapi saya pikir itu tidak mengurangi semangat kita bersama seluruh pimpinan OPD lingkup Pemprov Papua Barat dimana kita sudah bekerja cukup keras untuk merancang perubahan ini,” terangnya.

Saat ditanya terkait anggaran tak terduga Rp.60 Miliar, Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Drs Paulus Waterpauw menyampaikan anggaran tersebut diperuntukkan bagi perencanaan yang belum tercover, termasuk juga kita ada penambahan Provinsi Baru yaitu Papua Barat Daya.

“Pj.Gubernur Waterpauw menambahkan, dimana kita mengantisipasi Papua Barat Daya, yang mana kalau sampai pemerintah memutuskan dalam waktu cepat menjadi Provinsi Baru tentu sebagai Provinsi induk kita harus menyiapkan dukungan untuk PBD,” jelas Paulus Waterpauw.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *