Insiden Oknum Anggota TNI-AD Pukul Anggota Satlantas Polres Manokwari Berujung Damai

oleh -300 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Aksi arogansi oknum anggota TNI di Manokwari, Provinsi Papua Barat yang melawan saat ditegur oleh anggota Satlantas Polres Manokwari karena berkendara dalam kondisi mabuk dan tidak menggunakan helm, berujung damai.

Sebelumnya dalam video berdurasi 1 menit 34 detik itu beredar, aksi oknum anggota TNI yang berpakaian preman dan mengendarai sepeda motor warna hijau tanpa TNKB itu terlihat sangat arogan saat ditahan oleh anggota Satlantas Polres Manokwari pada Selasa (4/10/2022) sekira pukul 07.00 WIT di ruas jalan Yosudarso Manokwari.

Aksi tersebut kemudian tersebar dengan cepat di jejaring media sosial WhatsApp itu langsung mendapat tanggapan miring dari sejumlah pengguna WhatsApp.

Saat dihubungi wartawan PapuaStar.com untuk mengkonfirmasi tindakan oknum anggota TNI itu, Kapendam XVIII Kasuari Kolonel Inf. Batara Alex bahkan menolak alias mematikan telepon. Bahkan pesan singkat WhatsApp yang dikirim juga tidak dibalas oleh Kapendam.

Belakangan diketahui oknum anggota TNI yang arogan itu berpangkat Serda Yosua Rumadas itu bertugas di Rindam XVIII Kasuari, Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan.

Caption Foto : Komandan Secata Rindam XVIII Kasuari, anggota Satlantas Polres Manokwari (korban pemukulan), Serda Yosua Rumadas (oknum TNI-AD terduga pelaku pemukulan, AKBP Parasian Herman Gultom (Kapolres Manokwari).(PS-01)

Sekira pukul 15.10 WIT 5 personel TNI dari Rindam XVIII Kasuari masing-masing Letkol Inf. Ahmad Siswahadi, Lettu Inf. Arlis Ahmad, Kapten CHB. Abdul Wahab, Letda Cpm. Yoga Dwi dan Serda Paulus mendatangi Mapolres Manokwari dan langsung diterima oleh Kapolres AKBP Parasian Herman Gultom.

Pertemuan kemudian dilanjutkan di ruang kerja Kapolres Manokwari. Selang beberapa jam kemudian, keenam anggota TNI-AD dari Rindam XVIII Kasuari keluar.

Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom memastikan bahwa insiden tersebut hanyalah kesalahpahaman dilapangan, yang mana telah diselesaikan secara kekeluargaan maupun institusi.

“Kita sudah lakukan langkah-langkah dan hari ini keduanya sudah saling memaafkan dan mengakui adanya kesalahpahaman dilapangan,” beber Kapolres Manokwari.

Sejalan dengan itu, Komandan Secata Rindam XVIII Kasuari Letkol Inf. Ahmad Siswahadi juga membenarkan adanya kesalahpahaman oknum personelnya yang sedikit dipengaruhi minuman keras.

“Ini hanya salah paham saja. Artinya tidak ada yang rusak. Cuma hanya sedikit pengaruh minuman keras sehingga sedikit salah paham. Ini sudah dibuat pernyataan supaya jangan terulang lagi,” ungkap Komandan Secata Rindam XVIII Kasuari.

Selanjutnya dengan insiden ini Kolonel Infanteri Ahmad Siswahadi berjanji akan lebih tegas kepada prajuritnya untuk tidak mengkonsumsi minuman keras, agar tidak terjadi hal serupa.

“Saya akan berikan penekanan lagi kepada anggota saya di Rindam, supaya jangan sampai terjadi lagi,” sambungnya.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *