Isu Wartawan Manokwari Terima “Upeti” Tambang Ilegal, PWI PB : Buktikan Jangan Beropini

oleh -131 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Geram dengan pemberitaan salah satu media di wilayah Papua Barat yang dinilai menuding wartawan di Manokwari menerima suap dari pemilik tambang ilegal, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua Barat Bustam akhirnya angkat bicara.

Dalam jumpa pers dengan wartawan dari berbagai media di Manokwari, Bustam menegaskan isu tersebut adalah tidak benar alias hoax. Hal itu didasarkan atas kerangka berita yang disajikan sama sekali tidak memenuhi unsur sebuah karya jurnalistik.

Lanjut Bustam, bukan saja tidak memenuhi unsur karya jurnalistik, secara struktur medianya juga terdapat banyak kejanggalan.

“Kami melihat media ini tidak termasuk unsur media pers. Karena saya coba melihat dari struktur redaksinya dia hanya seorang diri. Yang berikut alamat kantornya tidak jelas, dia juga tidak memiliki badan hukum. Selain itu penanggung jawab redaksi juga tidak ada,” beber Ketua PWI Papua Barat Bustam, Rabu (28/9/2022).

“Dari sisi karya jurnalistik juga tidak berimbang. Dari tulisannya lebih menggiring ke sebuah opini, sehingga bisa dikatakan media tersebut tidak kompeten,” sambung Bustam.

Sebelumnya Bustam mengaku telah memastikan tidak ada wartawan di Manokwari yang menerima sejumlah uang dari para pengusaha tambang emas ilegal seperti yang dimaksudkan dalam pemberitaan salah satu media tersebut.

Bahkan beberapa wartawan yang sudah berusaha untuk mengkonfirmasi redaksi media tersebut, namun tidak yang bersangkutan tidak mampu membuktikannya. Bahkan penggalan screenshot yang ditampilkan dalam isi tulisannya itu disamarkan, sehingga tidak dapat diketahui.

“Kalau media tersebut tidak membuka data itu maka dipastikan media tersebut telah menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias informasi hoax. Kami berharap bisa mendapatkan data itu. Karena data yang dibagikan dikaburkan, jadi kami tidak mengetahuinya,” terang Bustam.

“Kami juga minta dibuka nama pengusaha yang memberi dana itu supaya terang, jangan nanti menjadi konsumsi liar di publik,” tandasnya lagi.

Lagi Bustam memastikan sejauh ini wartawan di Manokwari telah bekerja maksimal dalam mendorong operasi tambang emas ilegal untuk dikelola menjadi tambang rakyat.

Walau begitu atas nama organisasi PWI Papua Barat Bustam berjanji akan mengambil langkah tegas terhadap oknum wartawan jika terbukti menerima aliran dana dari oknum pengusaha tambang ilegal.

“Kalau ada oknum anggota PWI maka akan kita sikapi dalam rapat pleno sesuai aturan organisasi. Karena ini untuk menjaga nama baik profesi wartawan,” tutup Ketua PWI Papua Barat itu.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *