Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Beras Bulog Manokwari Aman Hingga Februari 2022

oleh -152 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Menjelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2021 Natal dan tahun baru 2022, Bulog Manokwari memastikan stok bahan pokok aman. Bahkan, komoditi seperti beras dan gula stoknya dipastikan masih cukup hingga penghujung tahun 2022.

Kepala Bulog Manokwari, Firman Mando mengatakan, stok beras, tepung terigu, minyak dan gula pasir yang dimiliki Bulog aman hingga akhir tahun 2022. Jadi tidak perlu khawatir kenaikan harga.

“Menurutnya, keberadaan cadangan beras tersebut digunakan kebutuhan pangan masyarakat serta operasi pasar juga sekaligus untuk pengendalian harga beras di pasaran agar tetap stabil,” ungkap Firman Mando kepada awak media, diruang kerjanya, Jumat (19/11/2021).

Dikatakan, stok beras di kantor cabang Manokwari cukup memadai menjelang Natal, Tahun Baru dan masih aman hingga 3 bulan kedepan atau sampai bulan Februari 2022.

“Mengantisipasi lonjakan permintaan di hari Natal dan Tahun Baru, komoditi beras Medium maupun Premium ada stok 125 ton cukup untuk 2 bulan kedepan, gula pasir 82 ton, Tepung terigu 30 ton dan minyak goreng ada 17 liter,” beber Kepala Bulog Manokwari.

Biasanya agenda pemkab Manokwari dan Pemprov Papua Barat melalui dinas Perindagkop adakan pasar murah dibulan Desember. Tentu saja Bulog berpartisipasi menekan lonjakan harga dipasaran, dan kami berikan harga yang lebih murah, bisa terjangkau oleh masyarakat.

“Hal ini upaya Bulog tentu sesuai arahan kebijakan, bersama Kementerian Perdagangan (kemendag), Kementerian Pertanian, terus bersama instansi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat untuk monitoring di pasar,” kata Firman Mando.

Selain itu, untuk pendistribusian beras selama ini ke Bulog Manokwari tidak ada kendala karena dikirim dari 3 daerah yaitu : Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Merauke (Provinsi Papua).

“Ia menambahkan, sedangkan waktu perjalanan kapal ke Manokwari relatif masih sesuai jadwal kapal tidak melenceng, semua tepat waktu. Jadi stok beras digudang tidak pernah mengalami kekosongan,” jelas Firman Mando.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *