Kemendikdasmen Dorong Guru Wali Kenali Potensi Murid melalui 7 Jurus BK Hebat

oleh -76 Dilihat

JAKARTA, PapuaStar.com— Setiap murid memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, mengenali kekuatan, minat, kesiapan, dan kebutuhan murid menjadi langkah penting agar sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mampu membuka ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Webinar Series 7 Jurus BK Hebat yang mengangkat tema “Menguatkan Peran Guru Wali sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Murid melalui 7 Jurus BK Hebat.” Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Antusiasme peserta terlihat sejak webinar dimulai. Ruang pertemuan Zoom terisi penuh dengan kapasitas sekitar 1.000 peserta, sementara siaran langsung melalui YouTube ditonton lebih dari 4.000 peserta secara langsung. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang guru yang beragam, mulai dari Guru BK, Guru Wali, wali kelas, guru mata pelajaran, hingga pendidik pada satuan pendidikan khusus dan inklusif.

Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya perhatian guru terhadap isu pendampingan murid, khususnya bagaimana mengenali potensi dan kebutuhan peserta didik sejak dini serta memberikan dukungan yang sesuai.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali Muis, mengatakan tantangan yang dihadapi murid saat ini semakin kompleks. Persoalan murid tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran dan prestasi akademik, tetapi juga menyangkut emosi, relasi sosial, karakter, perundungan, kekerasan, perkembangan teknologi, serta persoalan psikososial.

“Sekolah tidak cukup hadir ketika masalah sudah terjadi. Sekolah harus mampu mengenali lebih awal, mencegah, mendampingi, sekaligus mengembangkan kekuatan yang dimiliki setiap murid,” ujar Arif.

Menurut Arif, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki posisi strategis dalam memberikan layanan profesional kepada murid. Namun, pendampingan tumbuh kembang murid tidak dapat hanya dibebankan kepada Guru BK.
Setiap guru memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan murid dalam keseharian.

Karena itu, diperlukan ekosistem pendampingan yang melibatkan Guru Wali, Guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, kepala sekolah, dan unsur sekolah lainnya.

Penguatan peran Guru Wali tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, yang menempatkan Guru Wali sebagai salah satu unsur penting dalam pendampingan perkembangan murid.

Guru Wali berperan dalam pendampingan akademik serta pengembangan kompetensi, keterampilan, dan karakter murid secara berkelanjutan, dengan tetap berkolaborasi bersama Guru BK dan wali kelas.

“Yang ingin kita bangun bukanlah pembagian tugas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sistem pendampingan murid yang terintegrasi dan kolaboratif,” kata Arif.

Tujuh Jurus untuk Memperkuat Pendampingan Murid Webinar Series 7 Jurus BK Hebat dirancang untuk memberikan pendekatan praktis yang dapat diterapkan guru dalam mendampingi murid. Tujuh jurus tersebut meliputi Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi.

Program tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadikan seluruh guru sebagai konselor. Guru BK tetap menjalankan fungsi profesionalnya, sementara Guru Wali, wali kelas, dan guru mata pelajaran menjalankan peran sesuai tugas dan kewenangannya.

Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu mengenali kondisi murid lebih awal, memberikan dukungan awal, membangun komunikasi yang sehat, serta mengetahui kapan perlu berkolaborasi dengan Guru BK atau tenaga profesional lainnya.

Pada seri pertama, peserta diajak memulai dari Jurus 1: Kenali Potensi. Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, mengatakan mengenali potensi merupakan fondasi penting dalam membangun pendampingan yang sesuai dengan karakteristik setiap murid.

Guru tidak cukup hanya melihat nilai akademik. Potensi murid juga dapat terlihat dari minat, kekuatan, keterampilan, kesiapan, karakter, maupun situasi ketika seorang murid mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dari Mengenali Potensi, Olahraga Jadi Bidang dengan Minat Tertinggi Praktik mengenali potensi murid dibagikan Fikri Faturrahman, S.Pd., Gr., guru SMP Darul Hikam, dalam webinar tersebut.

Fikri memaparkan hasil General Audition SMP Darul Hikam Tahun Ajaran 2026–2027 yang dilakukan untuk memetakan minat dan kesiapan murid terhadap berbagai bidang pembinaan.
Hasil pemetaan menunjukkan olahraga menjadi bidang yang paling banyak diminati, dengan 95 murid atau sekitar 47,5 persen.

Berikutnya adalah bidang olimpiade sebanyak 72 murid, literasi 55 murid, seni 54 murid, penelitian dan esai 13 murid, serta bidang lainnya dan Robotik & Coding masing-masing sebanyak 8 murid.Temuan tersebut menunjukkan bahwa proses mengenali potensi dapat memberikan gambaran yang lebih jelas bagi sekolah dalam menentukan arah pembinaan murid.

“Dari proses mengenali potensi ini, ternyata kita menemukan bahwa potensi dan minat murid di sekolah kami paling tinggi berada di bidang olahraga. Ini menjadi sesuatu yang perlu kita perhatikan dan tindak lanjuti,” ujar Fikri.

Namun, Fikri menekankan bahwa jumlah peminat tidak selalu identik dengan potensi terbaik.
Hal tersebut terlihat pada bidang Robotik & Coding. Meski hanya diminati delapan murid, bidang tersebut justru memiliki tingkat keyakinan rata-rata tertinggi, yakni 4,25 dari skala 5. Bahkan, seluruh murid yang memilih bidang Robotik & Coding menyatakan siap mengikuti latihan secara rutin.

Secara keseluruhan, 84,2 persen murid menyatakan siap mengikuti latihan secara rutin, sementara 72,6 persen murid menyatakan memiliki tingkat keyakinan pada kategori 4–5 dari skala 5.

“Artinya, ketika kita mengenali potensi secara lebih mendalam, kita tidak hanya melihat jumlah peminat. Kita juga perlu melihat kesiapan, keyakinan, minat, dan potensi pengembangan masing-masing murid,” kata Fikri.

Menurut dia, hasil pemetaan tersebut menjadi informasi penting bagi sekolah untuk menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran. Data dapat digunakan untuk menentukan bidang yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, penyediaan fasilitas, pelatihan, maupun kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kemampuannya.

“Semoga hasil pemetaan seperti ini menjadi perhatian sekolah, sehingga potensi murid tidak hanya dikenali, tetapi benar-benar diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Fikri.
Potensi Murid Perlu Ditindaklanjuti
Pengalaman SMP Darul Hikam memperlihatkan bahwa mengenali potensi bukan sekadar melakukan pemetaan, tetapi merupakan tahap awal untuk mengambil keputusan pembinaan yang lebih tepat.

Minat yang tinggi pada olahraga, misalnya, dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk memperkuat pembinaan di bidang tersebut. Pada saat yang sama, potensi yang muncul dari kelompok murid yang lebih kecil, seperti Robotik & Coding, juga tidak boleh diabaikan ketika menunjukkan kesiapan dan keyakinan yang tinggi.
Dengan demikian, setiap murid memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan ruang pengembangan berdasarkan potensi masing-masing.

Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Kesejahteraan dan Penghargaan, Ahmad Budidarma,  mengatakan webinar tersebut dirancang agar pengetahuan yang diperoleh guru dapat diterjemahkan menjadi praktik nyata di satuan pendidikan.

“Webinar ini tidak diharapkan berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi praktik pendampingan murid yang nyata di satuan pendidikan,” ujar Ahmad.

Menurutnya, penguatan pendampingan murid diarahkan untuk mendukung perkembangan secara holistik, meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, karier, serta pembentukan karakter positif.
Webinar Series 7 Jurus BK Hebat dilaksanakan dalam tujuh pertemuan. Setiap seri dilengkapi dengan contoh praktik baik dan situasi nyata yang dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Tingginya partisipasi pada seri pertama menjadi modal positif bagi keberlanjutan rangkaian webinar. Kehadiran ribuan guru dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa penguatan kapasitas guru dalam mendampingi murid merupakan kebutuhan yang semakin dirasakan oleh satuan pendidikan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemendikdasmen berharap budaya pendampingan di sekolah semakin kuat dan preventif. Guru tidak hanya hadir untuk mengatasi persoalan, tetapi juga mampu mengenali potensi sejak awal dan memberikan ruang bagi murid untuk berkembang.
Sebab, mengenali potensi berarti memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pada akhirnya, penguatan peran Guru Wali dan Guru BK diharapkan dapat menghadirkan sekolah yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan mampu mendampingi setiap murid sesuai kebutuhan serta potensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *