Ketua DPR PB Minta Pemuda Pegaf Jauhi Diri Dari Perzinahan dan Miras

oleh -88 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor menghadiri Seminar dan KKR Pemuda majelis daerah (MD) Indabri yang akan diselenggarakan selama 5 hari, 11-15 Juli 2021, dengan Thema : surga dan neraka itu nyata, di gereja persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Jemaat Pniel Indabri, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Provinsi Papua Barat, Minggu 11 Juli 2021.

Sekertaris Panitia Seminar dan KKR Pegunungan Arfak, Nikodemus Ayok mengatakan, kegiatan KKR ini agar supaya dapat menarik pumada dan pemudi yang ada diperkampungan khususnya di Pegunungan Arfak, terutama mereka yang masih menggunakan miras dan berada pada perzinahan, agar bisa bertobat.

Jika belum juga bertobat maka mereka tetap akan melakukan dosa-dosa itu dan mengundang hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga membuat keluarga yang susah hingga terjadi permusuhan serta denda adat yang berbuntut pada perpecahan antar keluarga dan warga kampung,” tutur Ayok kepada sejumlah wartawan usai pembukaan seminar dan KKR di Jemaat Indabri, Minggu 11 Juli 2021.

Untuk itu Thema kita surga dan neraka itu nyata, dengan membahas topik ini dalam seminar agar semua memahami arti kehidupan didalam Tuhan penuh dengan kasih sayang dan kehidupan yang tenang, kebahagiaan serta berguna bagi keluarga, lingkungan sekitar juga bermanfaat bagi semua orang serta bangsa.

Karena anak muda adalah penerus bangsa merekalah yang akan memimpin daerah ini menuju ke perubahan dan kesejahteraan masyarakat Papua,” jelasnya.

KKR ini melibatkan dari 5 gereja dan 5 kampung yaitu : Demaisi, Menti, Prafi, Madrat dan Indabri berkisar 700 orang yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam seminar ini dibahas dalam 5 hari mengenai : miras, penyembahan berhala, perzinaan, narkoba, HIV dan Aids, Hawa Nafsu, pornografi, surga dan neraka, itu yang mengikat para generasi muda yang ada, untuk itu kita membahas hal ini dari sisi kesehatan dan Alkitab agar mereka pahami, dapat berubah dan terlepas dari lingkaran setan itu,” beber Ayok kepada awak media.

Kami berharap, setelah KKR ini ada perubahan nyata dari pumuda dan pemudi yang datang pada seminar ini. Sehingga pertobatan yang suka mabuk dan perzinahan ini nyata serta bersungguh sungguh berubah dalam hadirat Tuhan.

Ia menambahkan, semoga mereka tidak kembali lagi ke dosa-dosa yang pernah dilakukan, hidup yang dijalani semakin semangat dan berugana bagi semua yang ada dimuka bumi ini,” tandas Ayok.

Sementara itu, Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor menuturkan, mengubah masyarakat yang ada di Pegunungan Arfak (Pegaf) terutama itu adalah tugas dari peranan Keagamaan tidak hanya Pemerintah saja untuk melihat kelanjutan hidup generasi muda yang dapat diselamatkan terjerumus dari dosa-dosanya menjadi pemabuk dan Berzina.

Adanya KKR dan Seminar ini, bisa dimanfaatkan untuk para pihak agama untuk menggugah hati mereka ke jalan yang benar, dengan seperti itu pasti akan ada pertobatan. Seperti miras, tokoh agama bisa memberikan cara pandang yang menginspirasi agar mereka yang jadi pemabok bisa berubah dan punya niat hidup yang lebih berarti untuk masa depannya,” ungkap Orgenes Wonggor yang merupakan Anggota Partai Golkar Papua Barat, Minggu 11 Juli 2021.

Kegiatan KKR dan Seminar diselenggarakan secara rutin oleh majelis pemuda dan Pemudi setiap tahun dan telah masuk dalam rencana kerja mereka, agar generasi muda ada banyak yang dapat diselamatkan kehidupannya menjadi lebih baik untuk keluarga, masyarakat dan Negara.

Dikampung Menti telah dilaksanakan dan hari ini di Indabri, berikutnya Direncanakan akan dilaksanakan di Prafi, selanjutnya di kampung Demaisi, Catubouw dan Hingk,” bebernya.

Jika nantinya akan diselenggarakan lagi kegiatan seperti ini Pemerintah Pegaf harus mendukung dan bisa mendorong adanya perubahan kepada para generasi muda Pegunungan Arfak, karena ini untuk masa depan mereka sendiri.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *