Komisi II DPR-PB : Minim Anggaran, Program Tanaman Pangan dan Pertanian di Sorong Mandek

oleh -113 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Komisi II DPR Papua Barat lakukan kunjungan kerja ke dua OPD yaitu : Dinas Tanaman pangan dan hortikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan Sorong, Pada Senin 27 September 2021.

Ketua Komisi II DPR Papua Barat, Fredrik Marlisa mengatakan, lakukan koordinasi terkait dengan pemetaan ketahanan pangan.

Dari dua OPD ini mereka mengusulkan beberapa program dari Sorong ke pemerintah Provinsi Papua Barat salah satunya program sekolah hijau merupakan program pemerintah yang diharapkan mampu memiliki pemahaman, kesadaran, dan mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup pada seluruh warga sekolah,” tutur Fredrik Marlisa kepada sejumlah wartawan usai rapat, di Aston Niu Hotel Manokwari, Kamis (07/10/2021).

Agar dapat membentuk perilaku dan pola pengelolaan sekolah yang ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jadi di sekolah-sekolah itu menanam tanaman jangka pendek dan jangka panjang.

Sedangkan dengan OPD Pertanian dan Peternakan Sorong, itu Komisi II DPR Papua Barat berkoordinasi terkait dengan lahan jagung dan sinkronisasi antara kabupaten dan provinsi. Memang ada sinergitas antara Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat semua program dan sangat baik kinerja bahkan tidak ada persoalan,” ucapnya.

Pada dasarnya hanya masalah anggaran saja yang di hadapi dinas ketahanan pangan, bahkan ketersediaan lahan cukup besar, akan tetapi pupuk tanaman dan bibit itu kurang, kemudian pembiayaan bagi kelompok-kelompok usaha tani menjadi kendala juga.

Selama dua tahun ini dari kabupaten Sorong hanya mendapatkan bantuan dari pusat, sedangkan batuan yang diberikan dari Provinsi Papua Barat hanya pada tahun 2018 saja,” jelas Anggota Partai PDIP Papua Barat ini.

Bicara soal anggaran tidak serta merta DPR Papua Barat langsung mengambil kebijakan anggaran, karena di OPD anggaran terbatas dan Covid-19. Ditahun ini hanya Rp 1 miliar lebih sedikit saja anggaran yang disediakan, jadi tidak terlalu banyak dan itu dibagikan ke seluruh kabupaten jadi anggaran semakin kecil ke kabupaten dan sedikit kesulitan dari pemerintah Provinsi Papua Barat untuk membagikan anggaran tersebut.

Anggaran itu untuk operasional dan program-program unggulan, semua program bagus dari Taman pangan dan hortikultura serta Pertanian dan Peternakan, kendala hanya di anggaran saja yang di hadapi untuk mensejahterakan Petani,” terangnya.

Untuk itu, dengan adanya kunjungan kerja ini anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Sorong dapat berkoodinasi untuk membantu mensukseskan program ketahanan pangan dan pertanian, karena ini untuk masyarakat kita juga. Dengan solusi dapat diusulkan dalam aspirasi rakyat.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *