Lantinu : Saat Sesak Napas Datang Tiba-Tiba, Dirawat di RS-AL Manokwari,JKN Jadi Penyelamat

oleh -50 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com-Paling tidak aplikasi seseorang seseorang seseorang, JKN menjadi penyelamatan Lantinu Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selalu memberikan perlindungan kesehatan yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat di berbagai kabupaten, termasuk di distrik Manokwari.

Lantinu (62), terdaftar sebagai penerima bantuan bantuan bantuan jaminan kesehatan (PBI JK), menjadi salah satu peserta yang merasakan manfaatnya ketika mereka harus menjalani perawatan di rumah sakit karena sulitnya pernapasan.

Kondisi darurat dialami oleh Lantinu beberapa hari yang lalu ketika dia menderita pernapasan berat. Menyadari kondisi tersebut, keluarga dengan Sigap membawanya ke rumah sakit (IGD) rumah sakit (Rs) Angkatan Laut dr.Azhar Zahir Manokwari untuk segera mendapatkan bantuan medis.

“Pada saat itu BRESHTAKAKER aku lelah menjadi cukup parah, jadi aku kemudian dibawa ke Igd. Setelah tiba, tim medis langsung Sigap menanganiku. Saya merasa sangat lega karena tidak menunggu lama,” kata Lantinu.

Lebih lanjut Lantinu menjelaskan, bahwa pengalaman itu adalah pertama kalinya baginya untuk menjalani rawat inap. Kekhawatiran terhadap biaya perawatan yang relevan dirasakan, mengingat penyakit pernapasan umumnya membutuhkan terapi berkelanjutan dan pemantauan intensif kondisi.

Namun, berkat partisipasinya dalam program JKN, Lantinu tidak lagi dihantui oleh penyembahan pesona. Seluruh layanan medis yang diterimanya, mulai dari pemeriksaan hingga perawatan selama periode perawatan, dijamin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya sering ramai dan mudah lelah, bahkan kadang-kadang dapat mengambil kembali. Saya bersyukur untuk menjadi peserta aktif JKN, sehingga dapat menangani tanpa khawatir tentang biaya,” katanya. Sebagai peserta aktif, Lantinu merasakan kenyamanan menjalani proses perawatan kesehatan.

Meskipun kadang-kadang harus menghadapi jam tunggu jangka panjang sebanyak mungkin rumah sakit, itu masih mengikuti seluruh prosedur. “Kadang-kadang harus menunggu, terutama ketika pasien sebanyak mungkin.

Namun, alurnya jelas dan seluruh proses dapat mengalami biaya tambahan. Ini membantu saya dalam menghadapi penyakit ini,” katanya. Pada akhirnya, Lantinu berharap semakin banyak orang memahami pentingnya memiliki perlindungan kesehatan sejak awal.

Menurutnya, menjadi peserta JKN adalah langkah bijak untuk berhati-hati sebelum risiko kesehatan tiba-tiba datang. “Kami tidak pernah tahu kapan sakit akan datang. Karena itu, saya merasa penting untuk menjadi peserta JKN sejak awal. Ketika itu harus dikhotbahkan seperti yang saya alami, kita bisa lebih tenang karena tidak perlu memikirkan biayanya. Program JKN ini sangat membantu,” tutupinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *