Leher Terlilit Tali, Pegawai Honorer Dishub Pegaf Ditemukan Membusuk Dalam Rumah

oleh -204 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Seorang laki-laki berinisial YU ditemukan tak bernyawa alias meninggal dunia dalam sebuah rumah, yang berada di kampung Ajet, Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Selasa (19/7/2022) sekira pukul 13.45 WIT.

Mendapat informasi adanya penemuan mayat itu, Kapolres Pegunungan Arfak Kompol Isak Koko Hosio bersama personelnya dan keluarga korban langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Kapolres Pegunungan Arfak yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon perihal penemuan jenazah itu menjelaskan bahwa awal ditemukan oleh seorang saksi yakni AU saat hendak membersihkan rumah yang menjadi lokasi kejadian itu. Melihat jenazah yang sudah terbaring dengan kondisi leher terlilit tali, AU kemudian kembali dan memanggil saksi kedua yakni AS untuk memastikannya.

Caption Foto : Kapolres Pegaf bersama personelnya dan keluarga korban menuju lokasi penemuan mayat

Kondisi jenazah yang sudah membusuk dan lokasi yang terbilang sulit itu, membuat pihak kepolisian tidak dapat melakukan proses evakuasi. Sehingga Kapolres bersama personelnya kembali dan bertemu keluarga korban sembari berpesan agar tetap menjaga Kamtibmas sembari pihaknya melakukan langkah-langkah lebih lanjut.

“Menurut keterangan dari Saksi 1 AU 24 tahun dan Saksi 2 AS 38 tahun mengatakan penemuan Mayat tersebut disaat saksi 1 Bertujuan ingin melihat serta membersihkan rumah bapaknya yang berada di persiapan Kampung Ajet kemudian masuk melihat rumah dan dikagetkan melihat terdapat sesosok Mayat,” ungkap Kompol Hosio.

Dari hasil pemeriksaan saksi kata Kapolres, almarhum YU diketahui sudah pergi meninggalkan rumahnya sejak 21 Mei 2022.

Caption Foto : Kapolres Pegaf bertemu keluarga korban

Rencananya Rabu 20 Juli 2022, Polres Pegunungan Arfak akan menggelar pertemuan bersama keluarga korban dan tokoh masyarakat guna mengantisipasi situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif, sambil menunggu hasil identifikasi dan olah TKP.

“Dengan pertimbangan cuaca yang mulai hujan serta geografis tempat kejadian perkara tidak memungkinkan untuk evakuasi mayat, maka akan dilakukan pertemuan pada hari Rabu tanggal 20 Juli 2022 bertempat di Kampung Demaisi,” terang Kapolres Pegaf.

Hingga berita ini diterbitkan belum dapat dipastikan penyebab utama kematian almarhum YU. Masyarakat kampung Demaisi dan keluarga korban diimbau agar tetap menahan emosi dan menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *