Ops Patuh Mansinam Memasuki Hari Ketiga, 23 Ranmor Sudah Terjaring

oleh -208 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Operasi Patuh Mansinam tahun 2022 oleh Polres Manokwari masih berlangsung dan telah memasuki hari ketiga.

Dihari ketiga pelaksanaan Operasi Patuh Mansinam, sebanyak 7 kendaraan telah diamankan. Selain sepeda motor, ada juga kendaraan roda empat yang pada saat dihentikan tidak mampu menunjukan kelengkapan surat-surat kendaraan.

“Hari ketiga kami berhasil menilang 7 kendaraan semua didominasi oleh kendaraan roda dua, hanya ada 1 unit kendaraan roda empat yang secara kelengkapan TNKB tidak mampu menunjukan surat-surat sehingga kami tindak. Sementara untuk sepeda motor terutama tidak menggunakan helm dan persyaratan teknis,” tutur Kasat Lantas Polres Manokwari Iptu Subhan Ohoimas, Kamis (16/6/2022).

Dari total kendaraan yang berhasil diamankan sejak hari pertama hingga memasuki hari ketiga ini kurang lebih ada 23 unit kendaraan.

Secara keseluruhan didominasi oleh kendaraan roda dua yakni pelanggaran penggunaan helm dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Selain itu kendaraan yang tidak sesuai standar teknis alias sudah dipreteli, juga ikut ditindak.

“Sampai hari ini kurang lebih ada 23 kendaraan yang sudah kami amankan. Secara keseluruhan pelanggaran didominasi oleh pelanggaran penggunaan helm, TNKB dan kendaraan yang sudah dipreteli,” sambungnya.

Selama pelaksanaan Operasi Patuh Mansinam, polisi tidak hanya melakukan penindakan berupa tilang melainkan lebih kepada edukasi dan imbauan-imbauan bagi masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas.

Meski demikian, Kasat Lantas menegaskan bahwa terhadap pelanggaran yang bersifat selektif prioritas, personelnya akan mengambil tindakan tegas berupa tilang. Sebab diakuinya, sejauh ini kesadaran masyarakat tentang disiplin berlalulintas masih bergantung pada keberadaan petugas polisi di jalan raya.

Seharusnya kata Ohoimas, disiplin berlalulintas dapat dianggap sebagai kebutuhan yang wajib dilakukan. Sehingga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sesuai petunjuk Pak Direktur kita lebih memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukasi, kemudian imbauan kepada masyarakat. Namun terhadap pelanggaran yang bersifat seleksi prioritas dan memicu terjadinya kecelakaan akan kami tindak tegas,” tutup Iptu Subhan.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *