PEMERINTAH DAERAH RAJA AMPAT GANDENG OJK IMPLEMENTASIKAN PROGRAM GERAKAN NOKEN–KAPOWEN WUJUDKAN GENERASI EMAS

oleh -32 Dilihat

RAJA AMPAT, PapuaStar.com-Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 menjadi momentum kebangkitan generasi emas Raja Ampat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan menggandeng OJK dan Perbankan implementasikan program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) dengan Kecamatan Kota Waisai sebagai daerah pilot project.

Program nasional guna mendukungan pencapaian target inklusi keuangan Indonesia 98% di tahun 2045 yang telah ditungkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sekaligus bentuk implementasi dari Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan.

Riset, dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2022 mengenai Akselerasi Implementasi Program Nomor 8 Tahun 2022 mengenai Akselerasi Implementasi Program KEJAR dan Keputusan Bupati Raja Ampat nomor 188/109/SK-BRA/XII/2022 Keputusan Bupati Raja Ampat nomor 188/109/SK-BRA/XII/2022 Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), diwalai dengan penguatan kapasitas Kepala Sekolah selaku motor penggerak literasi dan inklusi keuangan di Raja Ampat khusus Kecamatan Kota Waisai (22 Juli 2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Herman Soor menyepakati ide dan gagasan yang di usulkan Manager Madya OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Stella Sitanala yang memberikan nama bagi Program KEJAR Kabupaten Raja Ampat dengan nama Gerakan NOKEN atau No kOnsumtif giatKan gemar meNabung dengan Tagline KAPOWEN (Kami Siap Wujudkan Kebangkitan Ekonomi) sebagai pendekatan kearifan lokal untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi pengelolaan keuangan generasi Raja Ampat yang lebih baik.

Menurut Stella Dalam konteks masyarakat Papua, GERAKAN NOKEN sebagai penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya dipandang sebagai upaya peningkatan akses terhadap layanan Dalam konteks masyarakat Papua, penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya dipandang sebagai upaya peningkatan akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan sosial dan keuangan formal, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan sosial dan pelestarian nilai budaya lokal.

Salah satu simbol budaya yang melekat kuat pelestarian nilai budaya lokal. Salah satu simbol budaya yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Papua adalah noken, yaitu tas tradisional khas dalam kehidupan masyarakat Papua adalah noken, yaitu tas tradisional khas Papua yang merepresentasikan nilai kebersamaan, tanggung jawab, Dalam konteks masyarakat Papua, penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya dipandang sebagai upaya peningkatan akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan sosial dan pelestarian nilai budaya lokal.

Salah satu simbol budaya yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Papua adalah noken, yaitu tas tradisional khas Papua yang merepresentasikan nilai kebersamaan, tanggung jawab, kemandirian, dan keberlanjutan kehidupan. Noken tidak sekadar digunakan sebagai alat membawa hasil kebun atau kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna filosofis sebagai simbol harapan dan persiapan masa depan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat literasi dan inklusi keuangan yang mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, terencana, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan Raja Ampat berkomitmen bersama dengan Pemerintah Daerah yakni Bupati Raja Ampat akan mendukung penuh program ini untuk diimplementasikan di Kabupaten Raja Ampat khusus di Kecamatan Kota Waisai pada tahun ini, program “Generasi NOKEN” yang merupakan program kolabirasi Pemerintah Daerah, OJK dan Perbankan merupakan representasi generasi muda Papua yang sadar finansial, adaptif terhadap generasi muda Papua yang sadar finansial, adaptif terhadap perkembangan layanan keuangan digital, serta tetap perkembangan layanan keuangan digital, serta tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

Akronim NOKEN dimaknai menjunjung tinggi kearifan lokal. Akronim NOKEN dimaknai sebagai “Generasi Melek Keuangan dan Inklusif”, yang sebagai “Generasi Melek Keuangan dan Inklusif”, yang diharapkan mampu menjadi identitas program literasi program “Generasi NOKEN” diinisiasi sebagai representasi generasi muda Papua yang sadar finansial, adaptif terhadap perkembangan layanan keuangan digital, serta tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

Akronim NOKEN dimaknai sebagai “Generasi Melek Keuangan dan Inklusif”, yang diharapkan mampu menjadi identitas program literasi keuangan bagi pelajar di Tanah Papua. Melalui pendekatan budaya lokal ini, pelaksanaan program KEJAR diharapkan tidak hanya meningkatkan kepemilikan rekening pelajar, tetapi juga menanamkan budaya menabung, perencanaan keuangan, dan kemandirian ekonomi sejak dini secara lebih dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat papua di Raja Ampat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *