Pengosongan Lahan Runway Jilid II Diwarnai Protes, Bupati : Proses Pembangunan Terus Berjalan

oleh -150 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari kembali melaksanakan pembersihan dan pengosongan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan landasan pacu Bandar Udara Rendani.

Pengosongan lahan itu melibatkan pihak Pertanahan Kabupaten Manokwari, UPBU Bandara Rendani, dan Dinas Pekerjaan Umum. Nampak dalam kegiatan itu, dibantu pihak Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian dan TNI. Hadir juga Wakapolres Kompol Agustina Sineri.

Sebelum dilakukannya pembongkaran bangunan dan pembersihan, salah satu keluarga yang tidak ingin rumahnya di bongkar, melakukan aksi protes kepada pemerintah. Yang mana dirinya meminta pemerintah Kabupaten Manokwari untuk melunasi pembayaran ganti rugi.

“Bayar dulu kasih lunas. Kita minta Rp. 1 Miliar, baku tawar sampai Rp. 500 Juta. Harga begitu tidak cukup untuk bangun rumah. Pemerintah harus lihat lagi, ongkos tukang dan tanah yang kita mau beli,” ujar salah satu kepala keluarga yang tidak ingin rumahnya di bongkar, Senin (24/1/2022).

Bupati Manokwari Hermus Indou saat di dampingi Wakil Bupati Edi Budoyo menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan toleransi sejak lama. Oleh karena itu tidak ada alasan masyarakat untuk menghalangi proses pengosongan lahan.

Diakuinya, anggaran untuk percepatan pembangunan landasan pacu dari pemerintah pusat juga sudah di kucurkan ke daerah, sehingga proses pembangunan harus tetap berjalan.

“Kami sudah informasikan jauh-jauh hari. Jadi sekarang jangan ada halangi. Anggaran sudah ada, kalau tidak digunakan makan kita yang akan rugi. Siapa lagi yang akan membangun Manokwari kalau bukan kita sendiri. Jadi tolong dibersihkan rumahnya karena kalau tidak maka akan dilakukan upaya paksa,” tandas Hermus Indou.

Usai melerai sikap protes yang dilayangkan masyarakat terhadap pemerintah, proses pembongkaran dan pengosongan lahan langsung dilakukan.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *