Solidaritas Mahasiswa Tolak DOB Titip 11 Point Aspirasi kepada DPR Papua Barat

oleh -296 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dan mengatasnamakan mahasiswa, pemuda dan rakyat Papua menggelar aksi demo dalam rangka menolak pemekaran daerah otonomi baru secara umum di provinsi Papua Barat, Kamis (3/2/2022).

Dalam aksi demo yang dipusatkan di depan Polsek Amban Manokwari itu, massa aksi menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat George Dedaida yang hadir siang tadi.

Adapun 11 point aspirasi tersebut dibacakan oleh koordinator aksi demo, Keli Karson Ahoren yakni ;

1. Menolak rancangan kehadiran Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua dan Papua Barat.

2. Menolak pengesahan keberlanjutan Otsus Jilid II diatas tanah Papua.

3. Mendesak negara segera menarik operasi militer organik dan non organik dari wilayah teritorial West Papua.

4. Mendesak negara segera menyelesaikan persoalan HAM diatas tanah Papua.

5. Menolak berbagai macam investasi yang masuk diatas tanah Papua.

6. Negara Kesatuan Republik Indonesia segera membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi rakyat Papua.

7. Pemerintah daerah segera berhenti mendatangkan transmigrasi dan penduduk ilegal menutupi tanah adat masyarakat pribumi diatas tanah Papua.

8. Pemerintah Indonesia hentikan kebijakan sewenang-wenang tanpa mendengar suara hati rakyat Papua.

9. Pemerintah pusat dan DPR RI stop mengambil kebijakan sewenang-wenang merancang kan Daerah Otonomi Baru (DOB) tanpa mendengar aspirasi rakyat Papua.

10. Menolak semua tawaran dan rancangan DPR RI dan Menkopolhukam dan elit-elit politik memberikan pemekaran provinsi Papua dan Papua Barat tanpa sepengetahuan dan keinginan rakyat Papua.

11. Menolak dengan tegas SK Gubernur Papua Barat Nomor : 125/72/3/2020 tentang pemekaran provinsi Papua Barat Daya.

Menanggapinya, Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, George Dedaida yang didampingi Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan Winjaya mengatakan bahwa pihaknya sebagai perpanjangan tangan masyarakat Papua Barat di legislatif akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan DPR Papua Barat untuk dibahas.

“Kita tampung dan nanti kita dorong sesuai mekanisme kedewanan,” ujar George sembari berjalan meninggalkan massa aksi.

George juga mengimbau kepada massa aksi untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, sambil menunggu hasil diskusi terkait aspirasi yang disampaikan tadi.

Setelah menyerahkan aspirasi tersebut, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib.(PS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *