Surati Presiden, DAP Wilayah III Doberai Usulkan Paulus Waterpauw dan Nataniel Mandacan

oleh -260 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay menyatakan memberikan dukungan penuh kepada siapapun anak Papua yang akan duduk sebagai Penjabat karateker Gubernur Papua Barat.

Ketua Dewan Adat Suku Besar Arfak, Obet Arik Ayok mengatakan, seharusnya semua lapisan masyarakat Papua mendukung penuh siapapun anak Papua yang akan duduk menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat. 

“Menurut Obet Ayok, terpenting mereka bekerja untuk rakyat dan anak Papua itu di wilayah adat Papua Barat, paham adat istiadat dan kultur orang Papua, yang akan duduk menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat selama 2 tahun 2022-2024,” tutur Ketua Dewan Adat Arfak dalam Jumpa persnya bersama Dewan adat lainya, di kantor DAP III Manokwari, Kamis (05/05/2022).

Dikatakan Obet Ayok, dengan adanya dinamika situasi sosial, ekonomi dan politik yang sedang terjadi berkembang di Provinsi Papua Barat menjelang berakhirnya masa jabatan gubernur Dominggus Mandacan dan M.Lakotani Provinsi Papua Barat periode 2017-2022.

“Kami menyepakati dari Dewan Adat Papua, Daerah Pegunungan Arfak Goliath Menggesuk, Tokoh Intelektual Arfak Kabupaten Manokwari Selatan Yafet Inden, Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Kellyopas Meidodga dan Ketua Dewan Adat Suku Besar Arfak Obet Arik Ayok menyurati Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” terang Obet Arik Ayok.

“Kata Obet Ayok, ada 2 point yang kami tekankan, point Pertama) meminta dengan hormat kepada presiden Republik Indonesia untuk menentukan siapa putra terbaik anak adat Papua untuk menjalankan amanah negara sebagai penjabat karateker gubernur provinsi Papua Barat periode 2022 – 2024.

Poin kedua) mengusulkan 2 figur yaitu : Komjen Pol (P) Drs.Paulus Waterpauw M.Si dan Drs.Nathaniel Mandacan M.Si alasannya karena mereka berdua adalah figur yang tepat karena putra terbaik anak adat Papua dari wilayah III Doberai dan wilayah adat Bomberay di Provinsi Papua Barat.

“Alasannya Dua nama ini yang kami sepakati mengusulkan ke Presiden karena memiliki loyalitas, integritas dan dedikasi yang sangat tinggi terhadap negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk ditunjukkan dan diangkat sebagai penjabat karateker Gubernur Papua Barat periode 2022 – 2024 untuk mengisi dan menjalankan kekosongan pemerintahan daerah Provinsi Papua Barat sampai pada pemilu 2024,” ucap Ketua Makesa.

Setelah menimbang dengan seksama nilai-nilai adat budaya Papua dewan adat Papua wilayah III doberai untuk kepentingan keberpihakan masyarakat adat Papua di Provinsi Papua Barat dan penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat adat Papua menuju pemilu 2024.

“Lebih lanjut mantan anggota DPR Papua Barat ini mengajak masyarakat adat agar tetap menjaga stabilitas keamanan, jangan mudah terpengaruh dengan isu tidak bertanggungjawab dan jangan membenturkan keadaan menjadi memanas. Apa pun keputusan Presiden dan Mendagri itu yang terbaik untuk kita semua,” tandas Obet Arik Ayok.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *