Diabetes Melitus, Saharuddin : Rasakan Manfaat JKN, Tanpa Beban Biaya Pelayanan Dinilai Optimal

oleh -26 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com-Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus meneguhkan perannya sebagai pilar utama perlindungan kesehatan masyarakat, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM). Sebagai penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan, DM menuntut pasien untuk disiplin memantau kadar gula darah, menjalani terapi pengobatan, serta menerapkan pola hidup sehat. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan akan perawatan intensif di fasilitas kesehatan menjadi tidak terhindarkan, yang tentunya memerlukan pembiayaan besar apabila tidak dijamin oleh sistem jaminan kesehatan.

Pengalaman Saharuddin (57) menjadi salah satu bukti nyata manfaat Program JKN. Terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) aktif, ia mengaku telah beberapa kali mengakses layanan kesehatan akibat Diabetes Melitus (DM) dan selalu mendapatkan pelayanan yang baik, sehingga memberikan rasa nyaman dan sesuai dengan harapannya.
“Dulu saya sering merasa lemas, cepat lelah, dan pusing, dan saya mengira itu hanya kelelahan biasa. Namun setelah mendapatkan pengobatan dan anjuran untuk rutin kontrol, saya menyadari bahwa penyakit ini tidak bisa dianggap sepele. Sebagai pasien DM, saya benar-benar merasakan pelayanan yang sangat baik, tanpa biaya tambahan maupun kebutuhan membeli obat di luar, serta dilayani oleh petugas yang ramah,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut mencerminkan bahwa layanan JKN tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada kenyamanan dan kepuasan pasien. Ketersediaan obat sesuai kebutuhan medis tanpa harus membeli di luar, serta tidak adanya biaya tambahan, menjadi indikator bahwa sistem pelayanan telah berjalan secara optimal.

Program JKN menjadi salah satu faktor kunci dalam perjalanan pengobatan Saharuddin. Kemudahan akses layanan kesehatan yang diberikan membuatnya dapat fokus pada pemulihan tanpa dihantui kekhawatiran akan biaya yang harus ditanggung.

“Puji syukur, dengan adanya Program JKN saya dapat menjalani pengobatan secara rutin dan melakukan kontrol tanpa terbebani biaya. Hal tersebut sangat membantu, sehingga saya dapat lebih fokus menjalani pengobatan tanpa memikirkan hal lainnya,” ungkap Saharuddin penuh syukur.

Saharuddin juga mengapresiasi keberadaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diperuntukkan bagi peserta dengan kondisi seperti hipertensi dan Diabetes Melitus. Program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup peserta melalui pendekatan pengelolaan penyakit yang komprehensif dan berkesinambungan, dengan melibatkan sinergi antara BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan peserta.

“Dalam pelaksanaannya, program ini mencakup kegiatan senam, edukasi kesehatan, konsultasi medis, serta pemberian obat secara rutin setiap bulan. Hal tersebut membantu menjaga kondisi hipertensi dan/atau Diabetes Melitus tetap terkontrol, sesuai dengan terapi yang diberikan oleh dokter,” tuturnya.

Peserta JKN juga dapat melakukan skrining kesehatan secara gratis. Apabila terdeteksi memiliki risiko sedang hingga tinggi Diabetes Melitus berdasarkan pemeriksaan medis, peserta dapat melakukan cek gula darah tanpa biaya tambahan. Saharuddin mengaku kini merasa lebih tenang karena Program JKN menjadi andalan keluarga saat sakit. Ke depan, ia berharap Program JKN dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya.

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan. Program JKN ini sangat membantu dan memberi rasa aman, terutama bagi kami yang harus berobat jangka panjang. Saya juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya jaminan kesehatan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *