Kapolres Pegaf Bernadus Okoka : 2 Kali Saksi Diperiksa dan Tidak Ada Kejanggalan, Sesuai

oleh -97 Dilihat
Oplus_16908288

MANOKWARI, PapuaStar.com-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pegunungan Arfak (Pegaf) terus mendalami penyelidikan atas peristiwa hilangnya Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang diduga terseret arus Sungai Memti di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Hingga saat ini, penyidik menyatakan belum menemukan adanya kejanggalan dalam keterangan dua saksi yang bersama korban saat peristiwa tersebut terjadi.

Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Dr. Bernadus Okoka,S.E.,S.H.,M.H, kepada wartawan, Kamis (23/7/2026), mengatakan kedua saksi telah diperiksa sebanyak dua kali. Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam milik masing-masing saksi sebagai bagian dari proses pendalaman perkara.

Dari hasil penyelidikan awal, kata Kapolres, ditemukan adanya kesesuaian antara keterangan kedua saksi dengan waktu komunikasi bersama korban, dokumentasi yang tersimpan di telepon genggam para saksi, serta fakta-fakta di lokasi kejadian perkara (TKP).

“Perlu kami sampaikan bahwa pemeriksaan terhadap kedua saksi sudah kami lakukan, bahkan sebanyak dua kali. Tidak ditemukan adanya kejanggalan karena terdapat kesesuaian antara keterangan saksi dengan bukti yang ada, baik di telepon genggam kedua saksi maupun kondisi di TKP,” ujar Bernadus.

Sementara itu, telepon genggam milik korban hingga kini belum dapat diperiksa penyidik karena perangkat tersebut dalam kondisi terkunci menggunakan kata sandi dan telah dibawa oleh pihak keluarga.

Kapolres juga meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat maupun media sosial terkait dugaan bahwa lokasi kejadian berada di tempat lain.

Menurutnya, dugaan tersebut sangat kecil kemungkinannya karena seluruh hasil penyelidikan mengarah pada lokasi yang sama sebagaimana disampaikan para saksi.

Ia juga menjelaskan mengenai keberadaan jaket, sandal, dan telepon genggam korban yang sempat menjadi perhatian publik.

Menurut Kapolres, barang-barang tersebut memang telah diamankan terlebih dahulu oleh korban sebelum berusaha membantu kedua rekannya menyeberangi sungai.

“Soal jaket, sandal, dan HP korban yang dipegang saksi itu karena sudah diamankan terlebih dahulu oleh korban. Bahkan untuk sandal, korban sendiri yang menyerahkannya kepada saksi karena kondisi bebatuan di lokasi cukup licin,” jelasnya.

Selain dua saksi utama, polisi juga memperoleh keterangan dari saksi lain yang sempat bertemu dengan rombongan korban dalam perjalanan menuju Air Terjun Memti. Keterangan tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan.

Di sisi lain, anjing pelacak (K9) milik Polda Papua Barat juga telah dikerahkan selama dua hari untuk menyisir area hingga sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian.

“Kemungkinan TKP berada di lokasi lain sangat kecil. Kami juga sudah menurunkan K9 untuk melakukan pelacakan di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Kapolres AKBP Dr. Bernadus Okoka,S.E.,S.H.,M.H. menambahkan, kondisi Sungai Memti di titik korban diduga tergelincir memiliki arus yang sangat deras dengan kontur sungai yang terjal dan dipenuhi bebatuan licin. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan.

Bahkan, menurutnya, beberapa personel SAR sempat mengalami kesulitan saat melakukan penyisiran karena kuatnya arus sungai.

“Kalau melihat langsung di lokasi, arus sungainya memang sangat deras. Orang dewasa pun akan kesulitan bertahan apabila terbawa arus. Kondisi di lapangan sangat berbeda dengan yang terlihat di foto-foto,” pungkasnya Kapolres Pegaf, AKBP Dr. Bernadus Okoka,S.E.,S.H.,M.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *