Hari-Keenam, Tim.SAR Gabungan : Mencari Yanto Idorway 2 kilometer Dari Lokasi Kejadian, Belum Juga Ditemukan

oleh -49 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com– Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang wisatawan yang dilaporkan hanyut di Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada Kamis (23/7). Memasuki hari keenam operasi (H.6), pencarian masih belum membuahkan hasil.

Korban diketahui bernama Yanto Idorway, yang dilaporkan hanyut pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 14.00 WIT saat hendak menyeberangi aliran sungai di kawasan Air Terjun Memti bersama dua rekannya. Korban diduga terpeleset sebelum terseret arus sungai yang deras. Kedua rekannya sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun tidak berhasil menemukan korban sehingga peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari.

Pada hari keenam operasi, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing pada pukul 07.30 WIT sebelum bergerak menuju lokasi kejadian. Tim tiba di area pencarian sekitar pukul 10.00 WIT dan langsung melaksanakan penyisiran sesuai rencana operasi.

Pencarian difokuskan pada celah-celah batu yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut, serta penyisiran sepanjang aliran sungai sejauh sekitar 1,6 kilometer. Selain itu, pemantauan udara menggunakan drone thermal dilakukan pada radius 1 hingga 2 kilometer dari lokasi kejadian. Tim juga menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas di kampung-kampung yang berada di sepanjang aliran sungai guna memperluas kemungkinan ditemukannya korban.

Meski berbagai metode pencarian telah dilakukan, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIT, korban masih belum ditemukan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polda Papua Barat beserta Unit K9, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, masyarakat setempat, serta awak TVRI. Tim didukung sejumlah sarana, termasuk rescue car, kendaraan operasional, drone thermal, motor trail, perangkat komunikasi, peralatan SAR air, mountaineering, dan perlengkapan evakuasi.

Selama operasi berlangsung, tim menghadapi sejumlah kendala, seperti cuaca pegunungan yang cepat berubah, kabut yang membatasi jarak pandang, suhu dingin, arus sungai yang deras, serta bebatuan besar yang licin sehingga menyulitkan proses pencarian.

Operasi SAR dijadwalkan akan dilanjutkan pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan harapan korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi ke Puskesmas Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Tim SAR juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama pada lokasi dengan arus sungai yang deras dan kondisi medan yang berisiko tinggi.(Hms/405)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *